Pengamat: Debat Tiga Calon Gubernur Jakarta Masih Konseptual

Kemacetan lalu lintas di jalan utama menuju pusat kota Jakarta pada 8 Mei 2024 saat kabut asap tipis menyelimuti cakrawala kota. (Foto: BAY ISMOYO/AFP)
Kemacetan lalu lintas di jalan utama menuju pusat kota Jakarta pada 8 Mei 2024 saat kabut asap tipis menyelimuti cakrawala kota. (Foto: BAY ISMOYO/AFP)

Ketiga Cagub Dinilai Tak Kuasai Masalah Jakarta

Menanggapi visi misi ketiga calon gubernur dan wakil gubernur tersebut, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadianysah, menilai dari sisi ekonomi yang agak jelas visi dan misinya untuk meningkatkan Jakarta sebagai kota global adalah Ridwan Kamil dan Pramono Anung. Namun, secara umum visi ketiganya hampir sama karena mereka tidak menguasai masalah Jakarta sepenuhnya.

Bacaan Lainnya

“Yang lemah itu di sektor inovasi dan riset. Kan, salah satu syarat untuk kota global indikatornya mengenai inovasi dan riset. Ini nggak ada agar anggaran diperuntukkan bagi para peneliti untuk riset pengembangan Jakarta misalnya,” katanya.

Trubus juga menilai ketiga kandidat gubernur tidak memperhatikan isu hunian yang nyaman, yang sebenarnya merupakan indikator nomor tiga untuk menjadi kota global. Toleransi Jakarta terhadap permukiman kumuh semestinya 0 persen. Sementara saat ini berada di kisaran 23-25 persen.

Gagasan Ridwan Kamil agar tiap RW mendesain sendiri kota global versi mereka, dinilai tidak realistis karena membutuhkan proses yang panjang dan berkelanjutan. Untuk menjadi kota global, butuh ekonomi dan konektifitas. Sementara ekonomi terkait erat dengan investasi, lapangan pekerjaan, daya beli masyarakat, tambah Trubus.

Sejauh ini, dia memandang ketiga kandidat gubernur masih konseptual, sedangkan untuk jadi program harus rasional, terlaksana, dan ada anggarannya. Misalnya ambisi Pramono Anung untuk meningkatkan peringkat Jakarta di Indeks Kota Global yang dinilai tidak esensial karena tidak mengalokasikan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapainya.

Sementara janji sekolah gratis bagi perempuan versi Ridwan Kamil, dinilai bukan sesuatu yang baru dan bakal membutuhkan anggaran yang besar, Jika dana ada, pelatihan-pelatihan apa saja yang akan diberikan untuk memberdayakan perempuan.

Kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta akan berlangsung hingga 23 November. Sementara hari pemungutan suara akan digelar pada 27 November. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 651

Pos terkait