‘Microschool’ di Indonesia, Kecil Tapi Tak Kalah Prestasi

Murid-murid Sekolah Bisa dan hasil kebun hidroponik mereka. (dok. Sekolah Bisa)
Murid-murid Sekolah Bisa dan hasil kebun hidroponik mereka. (dok. Sekolah Bisa)

Tantangan

Berdasarkan pengalaman Djodi, ada dua tantangan yang ia hadapi dalam mengelola microschool. Dari sisi operasional dan akademik, ia bahkan melihat tidak terlalu banyak birokrasi, sekolahnya bisa lebih fleksibel dan mudah dikelola. Namun dari sisi bisnis, selain dana, tantangannya adalah belum banyak orang yang mengetahui tentang konsep microschool.

Bacaan Lainnya

“Apakah orang mau menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang muridnya sedikit,” kata Djodi yang mengaku menutup microschool-nya setelah lulus program S-2 karena menggeluti tiga pekerjaan dan tugas yang sangat menyita waktunya.

Djodi sendiri memandang microschool punya prospek untuk berkembang baik dan bisa jadi merupakan masa depan pendidikan. Ada tiga faktor yang mendukung pernyataannya itu.

Pertama, orang-orang semakin individualis, grup-grup kecil semakin menjadi pilihan. Kedua, berdasarkan prediksi ilmuwan dan dunia medis, lanjutnya, masih akan ada gelombang pandemi lainnya yang membatasi pergerakan. Microschool yang ramping strukturnya, tidak membutuhkan banyak sumber daya dan secara fisik mengurangi keterpaparan dari virus. Dan ketiga, ia melihat orang-orang semakin memahami tentang pendidikan, yang pembelajarannya bisa berasal dari berbagai sumber.

Sementara itu, Irwan mengakui tentang pentingnya mengelola dana agar sekolahnya dapat terus beroperasi. Lulusan Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta ini juga menambahkan bahwa kesulitan mencari murid, yang ia hadapi pada tiga tahun pertama sekolah itu berdiri, tidak lagi dialaminya. Ketika itu, ia berhadapan dengan orang tua yang keberatan anak mereka bersekolah karena bagi mereka, anak-anak adalah andalan penghidupan keluarga.

Ia tidak khawatir akan kesulitan mencari murid, karena, “Bayangkan kota Jakarta metropolitan. Kalau kita coba lihat ke dalam itu masih banyak lho anak-anak yang sangat membutuhkan bantuan dari segi pendidikan. Saya masih optimistis masih banyak anak-anak yang harus dibantu.” [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 858

Pos terkait