Tunggakan MBG Pulau Darak Disorot Warga, Total Rp26 Juta Belum Dibayar Sejak November

Warga Dusun Dua, Pulau Darak, Desa Air Biru. kecamatan Jemaja mengeluhkan belum dibayarnya upah dan biaya konsumsi untuk pembangunan dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan total Rp26, juta sejak November 2025.FOTO:YANTO SAPUTRA

Anambas, JurnalTerkini.id – Sejumlah warga Dusun Dua, Pulau Darak, Desa Air Biru. kecamatan Jemaja mengeluhkan belum dibayarnya upah dan biaya konsumsi untuk pembangunan dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Total tunggakan yang diklaim mencapai Rp26, juta sejak November 2025 lalu.

Keluhan itu disampaikan Yanto Saputra, salah seorang warga yang juga terlibat dalam pekerjaan dan penyediaan konsumsi untuk para pekerja dapur MBG sebanyak 18 orang yang belum di bayar. Dengan rincian tunggakan, atas nama Yanto Rp11.800.000, kemudian Supardi Rp6.000.000, Pakitam Rp2.300.000 dan biaya masak atas nama Normi Rp4.500.000.

Bacaan Lainnya

    “Totalnya sampai Rp26 juta semuanya dari bulan November 2025 lalu,” keluh Yanto kepada jurnalterkini.id, Sabtu (27/6/2026).

    Ia mengaku sudah berulang kali dijanjikan pembayaran dari minggu ke minggu, namun hingga kini belum ada realisasi. Upaya menghubungi pihak pengelola dapur MBG juga disebut tidak membuahkan hasil.

    “Pihak MBG yang punya dapur MBG ditelepon pun tak mau angkat dan di WA pun tak mau balas,” katanya.

    Ia menyebut kondisi ini berdampak pada warga dan pekerja. Saat pembangunan dapur, mereka terpaksa berutang barang makan kami kan bekerja butuh makan kami tak ada duit waktu kerja kemarin makanya kami berutang dan saat ini sudah ditagih-tagih yang punya kedai sementara uang MBG belum di bayar sampai saat ini.

    “Saye harap dari pihak yang punya dapur MBG tolong dibayar. Gara-gara membangun dapur MBG ini kami dari pihak kerja ditagih-tagih orang yang punya kedai, karena waktu pekerjaan MBG kemarin kami berutang di kedai-kedai orang,” ungkapnya dengan nada kesal.

    “Dan yang masak, pekerja yang membuat dapur MBG pun sekarang ditagih-tagih orang kedai utang karena memberi mereka makan kemarin,” tambahnya.

    Ia berharap pengelola dapur MBG di Pulau Darak memiliki kepedulian.

    “Saye berharap betul melalui media ini bise bantu kami. Kami ini ditagih-tagih orang kedai utang pam karena waktu pekerjaan kemarin kami berutang di kedai-kedai,” katanya.(Fen)

    Total Views: 23

    Pos terkait