Yon tidak habis pikir mengapa negara yang sudah jelas dinyatakan oleh Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) melakukan pendudukan ilegal, masih terus dan bahkan semakin brutal melakukan genosida di Gaza.
Menurutnya, diperlukan komitmen internasional dan negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, seperti Amerika Serikat (AS), untuk dapat bersuara lebih keras guna memberi tekanan terhadap Israel agar menghentikan perang di Gaza.
Dewan Keamanan PBB, kata Yon, harus segera bersidang dan memberi mandat kepada negara-negara besar untuk melaksanakan resolusi yang sudah dihasilkan, serta menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi yang telah dikeluarkan Mahkamah Internasional.
Diwawancarai secara terpisah Hasbi Aswar, pengajar hubungan internasional di Universitas Islam Indonesia mengatakan harus ada langkah yang lebih konkret dan tegas dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang selama ini lebih memilih memberikan komitmen lisan.
“Di OKI itu kan ada (negara anggota) yang menormalisasi (hubungan) dengan Israel, seperti negara-negara Teluk. Terus ada Turki hyang selama ini menjalin hubungan dengan Israel, kemudian Mesir, Yordania. Ada juga negara-negara OKI yang lain yang bermusuhan dengan Israel,” tuturnya.
Dalam kondisi saat ini, OKI harus mengambil upaya-upaya diplomatik yang lebih kuat dalam menekan Israel untuk menghentikan agresi militernya di Gaza. Dia mencontohkan negara-negara Arab bisa melarang wilayahnya digunakan untuk lalu lintas barang dan jasa sebagai salah satu upaya menekan Israel. [voa]
Jaringan: VOA





