Protokol kesehatan ketat
Dijelaskan Robertus, pihaknya telah menyiapkan prosedur-prosedur protokol kesehatan yang ketat kepada karyawan.
Seperti, ketika karyawan tiba di pelabuhan Sekumbang PT Timah Tbk, karyawan terlebih dahulu dilakukan pengecekan suhu tubuh.
Kemudian, usai dari pelabuhan, karyawan yang menaiki bus untuk menuju perkantoran posisi duduknya telah diatur sesuai prosedur protokol kesehatan dalam hal ini “physical distancing”.
Selanjutnya, setibanya di perkantoran, karyawan diharuskan untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki ruang kerjanya masing-masing.
“Kami sangat memperketat protokol kesehatan kepada karyawan, karena jika terjadi adanya karyawan yang terpapar COVID-19, maka kita akan menghentikan operasi yang tentunya nanti akan merugikan produksi perusahaan,” jelas Robertus.
Selain penerapan protokol kesehatan kepada karyawan, Robertus menambahkan pihaknya juga telah melakukan rapid test kepada 1.188 karyawannya.
“Syukur seluruh karyawan kita hasil rapid testnya non reaktif COVID-19,” ucapnya.
Tidak hanya itu, dalam upaya mendukung penanganan COVID-19, PT Timah Tbk turut menyiapkan fasilitas yakni rumah karantina apabila ada karyawan atau tamu yang tiba dari zona merah COVID-19.
“Kita akan terus berupaya untuk mengajak karyawan membiasakan diri untuk mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Robertus.
Diketahui, pencanangan Kawasan Industri Tangguh COVID-19 telah terlebih dahulu dilakukan di PT Saipem Indonesia Karimun Yard dan PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS).
Dan hari ini, BUMN yang bergerak di bidang penambangan timah, PT Timah jadi Kawasan Industri Tangguh COVID-19. (yra)





