Prabowo Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Bisa 8 Persen di Periode Kepemimpinannya

Seorang pekerja sedang mencatat data dekat tumpukan peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 8 Oktober 2021. (Foto: Tatan Syuflana/AP Photo)
Seorang pekerja sedang mencatat data dekat tumpukan peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 8 Oktober 2021. (Foto: Tatan Syuflana/AP Photo)

“Kalau ingin kontribusinya besar itu tidak mungkin dalam lima tahun, karena industri rata-rata long term growth baru bisa besar pertumbuhannya. Lalu kalau dari sektor pertanian trennya itu tiga persen sudah paling bagus, karena kita pertaniannya berbasis pangan, jadi sumbangan terhadap PDB-nya makin turun apalagi importasi besar,” jelasnya.

Tauhid sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Bappenas, yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal ada di kisaran enam persen.

Bacaan Lainnya

Berkaca kepada negara seperti Tiongkok yang pertumbuhan ekonominya pernah di atas delapan persen, Tauhid menyatakan bahwa hal tersebut dicapai dalam waktu yang cukup lama.

“Jadi sulit, karena faktor pendorongnya apa? Kalau kita mengacu ke India sama Tiongkok. India paling hanya tujuh sekian persen, belum delapan persen. Tiongkok yang pernah delapan hingga sembilan persen, dan itu benar-benar reformasi total di sektor-sektornya. Dengan catatannya pemerintahannya kuat,” ujarnya.

“India itu mereka mendongkrak daya beli, jadi lapangan kerja dan sebagainya yang bisa mereka ciptakan. Jadi mereka berupaya di situ, apalagi penduduknya besar sama seperti Indonesia,” ujarnya seraya menambahkan, “lama mereka (India dan Tiongkok) persiapannya, fundamentalnya berupa inovasi teknologi berbasis industri baru, tentu butuh pekerjaan puluhan tahun,” imbuh Tauhid. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 888

Pos terkait