Pembangunan Infrastruktur Nikel Besar-besaran di Indonesia: Demi Baterai, Hutan Dibabat

Dump trucks maneuver Indonesia Weda Bay Industrial Park at Central Halmahera, North Maluku, June 8, 2024. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Dump trucks maneuver Indonesia Weda Bay Industrial Park at Central Halmahera, North Maluku, June 8, 2024. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Indonesia ingin mendominasi pasokan nikel dunia dan berhasil mewujudkannya. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah pabrik peleburan nikel (smelter) di Indonesia meningkat dari dua menjadi 27, dan akan ada 22 smelter lainnya yang rencananya akan dibangun, menurut S&P Global Commodity Insights.

Tahun lalu, Indonesia menyuplai lebih dari separuh pasokan bijih nikel di seluruh dunia. Logam ini dulunya dikenal terutama untuk pembuatan baja tahan karat. Kini, permintaannya meroket karena produsen mobil seperti Tesla membutuhkannya untuk memproduksi baterai kendaraan listrik, sementara perusahaan produsen baterai yang lebih besar membutuhkannya untuk proyek-proyek listrik ramah lingkungan.

Bacaan Lainnya

Namun, seiring dibangunnya pabrik-pabrik pengolahan nikel berukuran besar oleh para pengembang, hutan di sekitarnya juga menghilang dua kali lebih cepat, menurut analisis baru yang dilakukan lembaga nirlaba Indonesia, Auriga.

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Sebelumnya, Indonesia menjual sebagian besar bijih nikelnya dalam bentuk mentah karena belum memiliki fasilitas pemurnian logam tersebut.

Kemudian, 10 tahun yang lalu, pemerintah memutuskan untuk berhenti menjual sumber daya alamnya dengan harga yang begitu murah dan memilih untuk mengolahnya, demi membuka lapangan pekerjaan dan mematok harga yang lebih tinggi. Pembangunan infrastruktur nikel besar-besaran pun dilakukan. Presiden Joko Widodo mendukung gagasan tersebut dengan menempatkan pabrik peleburan nikel bersama pabrik baterai kendaraan listrik.

Selain pabrik peleburan nikel, pembangkit listrik tenaga batu bara juga didirikan untuk menyediakan energi ke kawasan industri baru. Desa-desa sekitar dapat melihat pabrik-pabrik nikel yang terang benderang, sementara mereka sendiri harus menghadapi pemadaman listrik bergilir.

Bijih nikel Indonesia sendiri terletak di endapan yang dangkal, sehingga dapat dengan mudah ditambang ketika hutan digunduli.

Total Views: 605

Pos terkait