Karimun, JurnalTerkini.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta pihak-pihak terkait mengatasi beberapa hal yang menyebabkan masih tersendatnya pendistribusian gas elpiji 3 kilogram kepada masyarakat.
Baca jurnal berita Karimun berikut: Pendistribusian Gas Elpiji 3 Kg Tersendat, Bupati Karimun Rapat Mendadak
Permintaan itu ia sampaikan dalam rapat bersama pihak-pihak terkait pada Rabu (19/6/2024) di ruang rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun.
Bupati mengatakan, kebutuhan gas elpiji 3 kg di Karimun mencapai 190 ribu tabung berdasarkan data sejak Januari sampai Mei 2024. Jumlah tersebut mencukupi namun masih mengalami kendala sehingga memicu antrean panjang warga di pangkalan.
Berdasarkan paparan dari pihak-pihak terkait, salah satu penyebab masih tersendatnya pendistribusian gas elpiji bersubsidi adalah adanya beberapa permasalahan seperti 28 ribu tabung yang mengalami kerusakan.
“Pihak pertamina sudah menjawab. Pihak mereka sudah menyediakan 18 ribu tabung pengganti, dan 13 ribu akan diperbantukan untuk Karimun demi lancarnya proses distribusi,” sebutnya.
Selain itu, keterlambatan pendistribusian dari distributor ke pangkalan juga dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya antrian panjang gas 3 kg di pangkalan.
“Distributor agak terlambat mengantarkan gas ke pangkalan sehingga terjadi kekosongan di pangakalan, oleh sebab itu kami minta distributor 4 kali sebulan mengantarkan gas elpiji 3kg ke pangkalan sehingga tidak terjadi kekosongan yang terlalu lama di pangkalan,” ungkapnya.
Pihak pengangkut dan truk ia minta untuk meningkatkan kehati-hatian saat mengangkut tabung sehingga tidak terjadi kembali kerusakan tabung gas.
“Satgas juga saya minta mengontrol pendistribusian agar tidak terjadi pembelian yang berlebihan. Sehingga menyebabkan warga lainnya tidak kebagian. Ini juga menjadi tugas satgas nantinya memastikan di lapangan,” katanya.
Terkait soal Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang sudah ia resmikan namun belum juga beroperasi. Rafiq mengaku bahwa ada satu izin yang belum dilengkapi PT Palugada Karimun Sejahtera.
“Saya sudah meminta ke pihak perusahaan dan bidang ESDM untuk segera menyelesaikan izinnya ini. Serta meminta pihak Pertamina untuk melakukan dekresi. Kita berharap dalam waktu dekat SPBE sudah beroperasi,” katanya. (edy)





