Iduladha 2024: Tak Ada Kurban di Gaza, Hingga Doa bagi Palestina dan Ukraina di Kosovo

Warga Palestina menggelar salat Idul Adha di dekat reruntuhan masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan udara Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, Minggu 16 Juni 2024. (Foto: REUTERS)
Warga Palestina menggelar salat Idul Adha di dekat reruntuhan masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan udara Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, Minggu 16 Juni 2024. (Foto: REUTERS)

Di pasar ternak di Yaman, menjelang Iduladha, baik pedagang maupun pembeli sama-sama mengaku sulit bertransaksi karena banyaknya keluarga yang semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi membeli hewan kurban.

Hamdi Al-Ahdal, salah seorang pedagang ternak, mengatakan, “Tahun ini, jujur, tidak ada pergerakan di pasar. Kami membawa hewan ternak, harganya pun murah, tapi likuiditas uang tunai minim. Orang-orang bertanya:

Bacaan Lainnya

Berapa harganya? Berapa harganya? Berapa harganya? Tapi tidak ada yang beli. Tapi kami tetap datang. Semoga Tuhan menolong kami.”

Yaman terjebak dalam konflik sejak kelompok Houthi yang didukung Iran menggulingkan pemerintahan di Sanaa pada tahun 2014. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi lantas mengintervensi pada 2015, dengan tujuan mengembalikan pemerintahan yang saat ini beroperasi dari Aden.

PBB mengatakan lebih dari separuh populasi Yaman, sekitar 18 juta jiwa, membutuhkan bantuan kemanusiaan. Lembaga itu mengatakan lebih dari dua juta anak di negara itu dapat menderita gizi buruk dan memperingatkan perebakan kolera yang juga dengan cepat memburuk. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 776

Pos terkait