Iduladha 2024: Tak Ada Kurban di Gaza, Hingga Doa bagi Palestina dan Ukraina di Kosovo

Warga Palestina menggelar salat Idul Adha di dekat reruntuhan masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan udara Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, Minggu 16 Juni 2024. (Foto: REUTERS)
Warga Palestina menggelar salat Idul Adha di dekat reruntuhan masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan udara Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, Minggu 16 Juni 2024. (Foto: REUTERS)

Jemaah haji di Arab Saudi memulai ritual lempar jumrah hari Minggu (16/6/2024) di bawah teriknya musim panas. Ritual itu menandai hari-hari terakhir ibadah haji sekaligus dimulainya perayaan Iduladha bagi umat Islam di seluruh dunia.

Di Khan Younis, Jalur Gaza, warga Palestina mengadakan salat id di antara reruntuhan. Di tengah perang yang berkemacuk, warga memperingati Iduladha tanpa kemeriahan.

Bacaan Lainnya

Mereka membentangkan sajadah di sela puing-puing bangunan yang hancur, sementara segelintir anak mengenakan pakaian tradisional jalabiya untuk ikut salat berjemaah.

Mahmoud Abdel Jawad, salah seorang warga di sana, mengatakan, “Saat ini kita berada di sekitar Masjid Al-Amal. Sebagai muslim, kami mengikuti salat id. Seperti yang Anda tahu, bagi muslim, Iduladha adalah saatnya berkurban, tapi Iduladha kali ini tidak ada tanda-tanda perayaan. Tidak ada hewan kurban. Kini justru kami yang mengorbankan diri kami sendiri, kami mengorbankan tubuh kami sendiri. Tidak ada perayaan Iduladha di Gaza.”

Perang di Gaza kembali pecah saat gerakan perlawanan Hamas menyerbu Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menculik lebih dari 250 orang, menurut Israel. Sebaliknya, serangan balasan Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 37.296 warga Palestina dan meluluhlantakkan wilayah kantong itu, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Sementara itu, di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, salat id diikuti ribuan muslim, hari Minggu. Laki-laki, perempuan dan anak-anak sudah tiba di Kota Tua Yerusalem sejak matahari terbit untuk menuju situs suci bagi umat Islam dan Yahudi itu.

Total Views: 774

Pos terkait