Iduladha 2024: Tak Ada Kurban di Gaza, Hingga Doa bagi Palestina dan Ukraina di Kosovo

Warga Palestina menggelar salat Idul Adha di dekat reruntuhan masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan udara Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, Minggu 16 Juni 2024. (Foto: REUTERS)
Warga Palestina menggelar salat Idul Adha di dekat reruntuhan masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan udara Israel, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, Minggu 16 Juni 2024. (Foto: REUTERS)

Di Kosovo, sebelah tenggara Eropa, umat Islam juga berbondong-bondong ke masjid untuk mengikuti salat id. Kosovo sendiri merupakan negara dengan populasi 1,8 juta jiwa, yang sebagian besarnya beragama Islam, dengan sedikit penganut Katolik dan Ortodoks.

Naim Ternava, kepala Komunitas Islam Kosovo, mengatakan, “Untuk itulah, pada kesempatan ini, saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menyelimuti kita dengan kedamaian, berkah dan rahmat di hari yang penuh berkah ini, untuk memberikan kebaikan, keberlimpahan, keamanan dan stabilitas kepada negara kita dan dunia. Dan secara khusus kami berdoa kapadaMu, Tuhan, agar perdamaian kembali hadir di Palestina dan Ukraina “

Bacaan Lainnya

Iduladha juga dirayakan umat Islam Rusia pada hari Minggu.

Ribuan orang mengikuti salat id di dalam dan luar Masjid Katedral Pusat di Moskow dan Masjid Ahmad Kadyrov di ibu kota Chechnya, Grozny, yang merupakan salah satu masjid terbesar di Eropa.

Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya, menuturkan, “Pada (hari) suci ini, saya ingin mendoakan perdamaian, rasa hormat, agar selalu ada saling pengertian, rahmat dari Yang Maha Kuasa, agar tidak ada lagi peperangan, agtar kita selalu memperlakukan satu sama lain dengan cinta dan hormat.”

Iduladha biasanya dirayakan dengan makan-makan bersama keluarga, mengenakan pakaian baru, hingga membagikan daging kurban kepada warga kurang mampu.

Salah satu ritual terpenting dalam hari raya itu adalah penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati kisah dalam kitab suci Al-Qur’an, mengenai kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya sendiri, Ismail, sebagai wujud ketaatannya kepada Tuhan.

Meski demikian, warga muslim di Yaman sedang kesulitan menjalankan ibadah kurban di tengah konflik yang masih membara dan menyebabkan masyarakatnya kesulitan ekonomi.

Total Views: 778

Pos terkait