Zona kuning COVID-19
Rena mengungkapkan, penjualan perlengkapan menggambar dan mewarnai justru meningkat sejak masyarakat dibatasi keluar rumah ketika Karimun masuk Zona Kuning COVID-19
“Saat masyarakat dibatasi bulan lalu, pelanggan seperti orang tua ramai membeli perlengkapan menggambar dan mewarnai untuk mengisi waktu anak mereka selama di rumah saja,” ungkapnya.
Tidak jauh berbeda dengan Toko Siang, penurunan daya beli masyarakat jelang tahun ajaran baru, juga dirasakan oleh Toko Buku Salemba.
“Menurun sekali, dulu antrian dari pagi di kasir sangat panjang sekali menjelang tahun ajaran baru. Sekarang sepi,” ujar Warda karyawan Toko Salemba (12/7/2020).
Sementara itu, beberapa orang tua, yang tetap membelikan anaknya perlengkapan sekolah di toko, mengaku perlengkapan yang mereka beli memang berbeda dari tahun sebelumnya.
“Dulu, butuh lebih 5 pack buku tulis, tetapi kali ini 2 pack saja, karena sebenarnya untuk persiapan saja, dan juga anak saya yang SMA tidak tatap muka di sekolah,” katanya.
Karena proses belajar mengajar via daring atau online dulu, ujar Ratna Wati salah seorang pembeli di Toko Buku Salemba.
Terakhir, Ratna selaku wali murid menyampaikan harapannya agar pandemi COVID-19 ini segera berakhir agar anak-anaknya bisa kembali menuntut ilmu seperti biasanya.
“Kita orang tua jadi serba salah. Satu sisi sangat ingin anak kita menuntut ilmu secara tatap muka di sekolah, tapi sisi lainnya kita khawatir apabila anak kita terpapar COVID-19,” katanya.
Untuk itu sdia berharap agar wabah virus ini berakhir agar anak-anak bisa kembali belajar di sekolah seperti biasanya tanpa harus khawatir sedikitpun.
Diketahui, di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Pada 13 Juli 2020 pelajar SMP/MTS/ sudah mulai kembali ke sekolah untuk pembelajaran secara tatap muka.
Sedangkan, bagi pelajar SMA/MA pada tahun ajaran baru ini proses belajar mengajarnya masih dari rumah atau via daring melalui platform e-learning masing-masing. (yra)





