Karimun diprediksi hujan beberapa hari ke depan

Ilustrasi: Seorang pengendara di Tanjung Balai Karimun melintas di tengah guyuran hujan beberapa waktu lalu. (JurnalTerkini.id/yogi)
Ilustrasi: Seorang pengendara di Tanjung Balai Karimun melintas di tengah guyuran hujan beberapa waktu lalu. (JurnalTerkini.id/yogi)
Seorang pengendara melintas di tengah guyuran hujan di Tanjung Balai Karimun, Senin (13/7/2020). Karimun diprediksi hujan beberapa hari ke depan. (foto:yra)
Seorang pengendara melintas di tengah guyuran hujan di Tanjung Balai Karimun, Senin (13/7/2020). Karimun diprediksi hujan beberapa hari ke depan. (foto:yra)

Dua hal tersebut yang mengakibatkan pertumbuhan awan konvektif cukup signifikan di Kepulauan Riau

Karimun, JurnalTerkini.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih mengguyur Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau hingga beberapa hari ke depan.

Bacaan Lainnya

“Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi terjadi hingga tiga hari kedepan,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Balai Karimun, Raden Eko Sarjono kepada JurnalTerkini.id, Senin (13/7/2020).

Raden Eko mengatakan, Karimun diprediksi hujan beberapa hari ke depan, mulai dari intensitas ringan hingga sedang.

Hal ini disebabkan sirkulasi siklonik di wilayah barat Pulau Kalimantan dan belokan angin di sekitar Pulau Sumatera bagian utara hingga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Dua hal tersebut yang mengakibatkan pertumbuhan awan konvektif cukup signifikan di Kepulauan Riau,” katanya.

Terjadinya hujan hingga tiga hari ke depan itu diprediksi BMKG Karimun akan berpengaruh terhadap jarak pandang khususnya pengguna jasa moda transportasi laut maupun udara.

Tidak hanya itu, kondisi angin yang bertiup cukup kencang juga akan berpengaruh terhadap tinggi gelombang di laut.

“Kami mengimbau bagi pengguna jasa moda transportasi laut maupun udara untuk berhati-hati dengan kondisi tersebut,” kata dia.

Dia mengimbau kepada warga masyarakat agar terus mengikuti informasi prakiraan cuaca terbaru di BMKG Karimun,” tutup Raden Eko.

Sementara itu, sepanjang Senin (13/7/2020) siang, Kota Tanjung Balai Karimun diguyur hujan dengan kondisi cuaca mendung.

Guyuran hujan menyebabkan beberapa ruas jalan tergenang air, seperti di Jalan Ahmad Yani, Sei Lakam.

Banyak warga yang nekad menerobos guyuran hujan karena ingin melakukan aktivitas sehari-hari.

“Hampir setengah hari saya tidak bisa keluar rumah. Rencana untuk mengurus dokumen pekerjaan terpaksa ditunda esok hari,” ujar seorang warga, Rudi.

Sementara itu, kawasan Coastal Area, tadi sore juga sepi dari arena permainan anak-anak, begitu juga di sepanjang jalan juga sepi dari gerobak pedagang. (yra)

Total Views: 109

Pos terkait