Karimun, JurnalTerkini.id – Ketua BP3KR Huzrin Hood sampaikan harapan kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Aunur Rafiq pada malam syukuran Hari Marwah Kepri ke 22 tahun di Panggung Rakyat Puteri Kemuning, Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Rabu (15/05/2024) malam.
Harapan tersebut ia ungkapkan sebagai bentuk perhatiannya terhadap kondisi Kepulauan Riau dan Kabupaten Karimun.
“Tahun 2024 kita mencatat sejarah marwah Melayu yakni pembangunan Rempang dan Galang, dimana kota tua masyarakat Melayu ini kita harapkan tidak hanya dibangun sebagai pusat industri yang membuat masyarakat adat terusir, tapi tetap kita berikan tempat untuk menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri,” ungkap Huzrin Hood.
Selain itu Huzrin juga mengajak Gubernur Kepri dan bupati dan walikota se-Kepri menjaga Kepualauan Riau ini agar tetap aman dan damai serta memperkukuh persatuan.
“Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna tidak lama lagi akan berpisah dengan kita dan menjadi provinsi baru. Ini memang keinginan masyarakat mereka, tetapi hal ini harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan Provinsi Kepri ini,” sebutnya.
Huzrin juga meminta kepada Bupati Karimun untuk menjaga Karimun serta melestarikan kebudayaan dan adat istiadat Melayu.
“Jangan lupakan adat istiadat dan kebudayaan kita sebagai orang melayu, hal ini juga harus dijaga dan dilestarikan di Kabupaten Karimun yang mana saya lihat potensi adat budaya di Kabupaten Karimun ini semakin merosot,” pesannya. (edy)
Baca juga jurnal berita Karimun berikut: Gubernur Kepri Ajak Masyarakat Maknai Hari Marwah Kepri Bahan Evaluasi Diri







