Sementara, Duta Besar AS untuk PBB di Jenewa, Michele Taylor, sepakat bahwa “terlalu banyak warga sipil yang terbunuh” dalam konflik Gaza.
“Perlindungan terhadap seluruh kehidupan warga sipil merupakan keharusan moral dan strategis dan Israel belum melakukan upaya yang cukup untuk mengurangi dampak buruk terhadap warga sipil. Kami terus menyampaikan keprihatinan besar atas hilangnya nyawa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kurangnya bantuan kemanusiaan yang memadai yang telah menempatkan laki-laki, perempuan, dan anak-anak di Gaza di ambang kelaparan yang meluas,” imbuhnya.
Meskipun memberikan tinjauan kritis terhadap perilaku perang Israel (di Gaza), Taylor mengatakan AS tidak dapat mendukung resolusi tersebut karena mengandung terlalu banyak “elemen bermasalah.”
“Misalnya, tidak ada kecaman khusus terhadap Hamas karena melakukan serangan mengerikan pada 7 Oktober, juga tidak ada referensi mengenai sifat teroris dari tindakan tersebut. … Teks (resolusi) tersebut tidak membedakan antara sandera yang diculik secara brutal oleh organisasi teroris yang tidak mengindahkan hukum internasional … dan kemungkinan besar mengalami kekerasan seksual berulang kali, dan tahanan yang nasibnya diatur dan diatur oleh proses hukum. Biar saya perjelas: kelompok-kelompok ini tidak setara,” katanya.
Belasan negara memberikan dukungan vokal terhadap resolusi tersebut. Sementara selain AS, Argentina, Bulgaria, Jerman, Malawi, dan Paraguay memberikan suara menentang tindakan tersebut. Prancis abstain.
Duta Besar Israel mengungkapkan kekecewaannya atas kurangnya dukungan dari negara-negara Eropa, dan menyebut Belgia, Luksemburg, dan Finlandia sebagai negara yang mendukung “resolusi yang tidak mengutuk Hamas” tersebut.
“Dewan ini telah lama meninggalkan rakyat Israel dan lama membela Hamas,” kata Dubes Shahar. “Ini telah menjadi tameng bagi teroris. Mereka menutup mata terhadap segala tindakan kekerasan terhadap Israel dan Yahudi.
“Resolusi ini merupakan noda bagi Dewan Hak Asasi Manusia dan PBB secara keseluruhan,” katanya. [voa]
Jaringan: VOA





