Karimun (Jurnal) – Bertempat di meeting room Hotel Aston Tanjung Balai Karimun, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindag Kabupaten Karimun melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan simpan pinjam pola tanggung renteng dan pendampingan bagi koperasi wanita, pemuda dan koperasi pasar diikuti 30 koperasi, Senin (12/5) malam.
Bimtek yang dilaksanakan Diskop, UKM dan Perindag Karimun bertemakan “Dengan Bimtek pengelolaan simpan pinjam pola tanggung renteng dan pendampingan bagi pengurus Koperasi Wanita, Pemuda dan Pasar, kita mantapkan Pembangunan SDM Perkoperasian dan Upaya Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Karimun,”, pelaksanaannya selama tiga hari, sejak 12 sampai 14 Mei 2014 dan dibuka langsung oleh Kadiskop, UKM dan Prindag Kabupaten Karimun HM. Hasbi.
Ketua pelaksana Nandra dalam laporannya menyampaikan, tujuan bimtek ini untuk meningkatkan SDM para pengurus koperasi dalam memberikan dukungan terhadap pelaksanaan usaha simpan pinjam, sehingga koperasi dapat tumbuh dan berkembang menjadi organisasi bisnis yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Kemudian, memberikan kontribusi terhadap pencapaian MDG’s, khususnya penurunan angka kemiskinan, mengidentifikasi hambatan dan permasalahan dan mengintensifkan fungsi pelatihan bagi peningkatan keterampilan, manajerial perkoperasian dan kewirausahaan yang responsif terhadap tuntutan dunia usaha dan perubahan lingkungan strategis sehingga dapat menumbuhkan SDM koperasi yang berjiwa “enterpreunership:.
“Kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 65 orang dari 30 koperasi se-Kabupaten Karimun, ungkap Nandra.
Lanjut Nandra, materi yang akan disajikan meliputi KSP dalam UU Nomor 17 tahun 2012, RAT (Rapat Anggota Tahunan), SMK (Sertifikat Modal Koperasi), RAPB koperasi, cara menghitung SHU dan terakhir kewajiban jangka panjang dan pendek KSP, Pengawasan kelembagaan koperasi serta Akutansi dan LPJ koperasi,” ujar Nandra.
Kadiskop, UKM dan Perindag HM Hasbi menyampaikan, koperasi ini sangatlah penting, benar apa yang telah dibangun oleh Bapak Koperasi Bung Hatta.
“Benar semua kebijakan yang ditempuh pemerintah dari masa ke masa, benar apa yang telah dilakukan jajaran pemerintah dengan semua koperasi di tempat kita, bahwa dengan koperasilah ekonomi akan tumbuh secara lebih berkeadilan dan lebih merata. Dalam era globalisasi sekarang ini, peran koperasi menjadi semakin penting, logikanya adalah dalam ekonomi modern, dalam era globalisasi maka secara global ekonomi akan terus tumbuh, meskipun selalu ada krisis serta koreksi sebagaimana yang dialami oleh dunia sekarang ini,” katanya.
Pertumbuhan ekonomi dunia dalam era globalisasi, itu memberikan peluang yang lebih besar kepada negara-negara yang maju dan sekaligus negara-negara yang berkembang, ungkap Hasbi.
Disampaikan Hasbi lagi, kalau koperasi tumbuh baik, kalau usaha mikro, kecil dan menengah tumbuh baik, percayalah, usaha besar memang kita perlukan, BUMN, BUMD, swasta kita perlukan agar ekonomi nasional terangkat naik. Persoalan yang dihadapi oleh koperasi, oleh usaha mikro, kecil dan menengah adalah persoalan modal, sebagai modal usaha.
Pemerintah secara konsisten akan terus berupaya agar dapat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit-kredit lain sesuai dengan aturan yang berlaku agar tidak ada persoalan apapun yang menyangkut modal usaha dan persoalan yang lain adalah promosi, pengelolaan dan aspek-aspek teknis yang diperlukan oleh koperasi serta usaha mikro, kecil dan menengah agar koperasi dan UMKM terus tumbuh dengan baik.
Diharapkan kepada kepala bidang yang membidangi koperasi dan UKM Kabupaten Karimun harus lebih meningkatkan pembinaan, pengawasan terhadap koperasi.
“Tingkatkan terus sinergi dan kerjasama antar koperasi atau koperasi dengan Badan Usaha lainnya, berikan dukungan dan fasilitasi baik dalam peningkatan kualitas SDM, kelembagaan dan usaha, serta kemudahan koperasi dalam mengakses perijinan maupun permodalan melalui pelayanan yang cepat, mudah dan murah,” ujar Hasbi diakhir sambutannya. (edy)





