KPU Sebut Siap Dikoreksi Jika Terdapat Pemilih Ganda

Pengawas KPU Kota Depok sedang mengawasi logistik pemilu di Gudang KPU Kota Depok pada Rabu, 10 Januari 2024, di Cibinong, Jawa Barat. (Foto: Indra Yoga/VOA)
Pengawas KPU Kota Depok sedang mengawasi logistik pemilu di Gudang KPU Kota Depok pada Rabu, 10 Januari 2024, di Cibinong, Jawa Barat. (Foto: Indra Yoga/VOA)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan siap dikoreksi jika terdapat pemilih ganda menyusul adanya laporan 374 data pemilih ganda dalam daftar pemilih tetap (DPT) New York, Amerika Serikat (AS).

Temuan yang sama juga disampaikan Organisasi Migrant Care di DPT Johor Bahru, Malaysia ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Bacaan Lainnya

Lembaga itu menemukan sekitar 3.238 nama dengan alamat dan umur yang sama di DPT Johor Bahru. Lembaga itu juga menemukan 22 orang dari DPT Johor Bahru bertuliskan alamat Indonesia yaitu Sumenep, Jawa Timur. Dan ada lagi pekerja migran yang sudah kembali ke Indonesia masih terdaftar dalam DPT.

Hal itu terungkap setelah Migrant Care meneliti empat ribu lembar dokumen berisi 119.491 nama-nama pemilih dalam dokumen tersebut.

Berdasarkan laporan Migrant Care tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari langsung melakukan klarifikasi. Untuk laporan di New York, setelah menelusuri kembali DPT yang sudah ada, KPU menemukan 198 pemilih ganda.

“Yang ganda dicoret satu untuk menghindari kemungkinan digunakannya lebih dari satu kali orang memilih. Dengan begitu surat suara yang dialokasikan, yang belum digunakan untuk pemilih yang lain. Maksudnya pemilih yang lain, ada warga entar dari negara lain masuk ke New York atau dari Indonesia masuk ke New York itu dapat dilayani dengan menggunakan surat suara yang tidak digunakan oleh nama-nama yang ganda tadi,” ujar Hasyim di kantornya, Jumat (2/2/2024).

Sementara untuk laporan tentang daftar pemilih ganda yang ditemukan di Johor Bahru, KPU masih terus menelusurinya dengan metode yang digunakan dalam kasus di New York.

Total Views: 532

Pos terkait