Karimun, JurnalTerkini.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengungkapkan hanya 0,7 persen dari sekitar 164.000 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di provinsi setempat yang memanfaatkan pinjaman tanpa bunga atau nol persen.
“Karena itu, kita terus mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan program ini,” kata Gubernur Ansar dalam kunjungan ke Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun pekan lalu.
Pinjaman dengan bunga nol persen merupakan program Pemerintah Provinsi Kepri, dana pinjaman disalurkan melalui Bank Riau Kepri Syariah (BRKS).
Gubernur meminta BRKS terus menyosialisasikan program ini sehingga makin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan pinjaman tersebut.
Salah satu upaya untuk mendorong serapan kredit bunga nol persen, kata Ansar, maka plafon pinjaman dinaikkan dari Rp20 juta pada tahun lalu, menjadi Rp40 juta pada tahun ini.
“Untuk meringankan beban serta menaikkan daya saing para pelaku UMKM, manfaatkanlah program ini. Pelaku UMKM cukup membayar pokok pinjaman. Seluruh bunga ditanggung Pemprov,” kata Ansar.
Gubernur Ansar meminta kepada masyarakat untuk tidak sungkan bertanya ke Bank Riau Kepri Syariah cabang terdekat atau Dinas Koperasi UMKM, baik kabupaten/kota, maupun provinsi, agar pemanfaatan program ini maksimal.
Sekadar diketahui, berdasarkan laporan Bank Riau Kepri Syariah per 30 September 2023, jumlah pelaku UMKM yang telah memanfaatkan program ini adalah sebanyak 1.100 UMKM dengan rincian 142 UMKM pada 2021, 613 UMKM pada 2022, dan 345 UMKM pada 2023.
Sementara itu jumlah plafon kredit yang terserap mencapai Rp20,72 miliar dengan total margin subsidi yang telah ditanggung Pemprov Kepri mencapai Rp1,94 miliar.(yra/*)
Editor: Anton Marulam






