Urgensi Menjaga Netralitas Presiden di Pilpres 2024

Presiden Jokowi ajak ketiga capres makan siang di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/10). (Foto: Courtesy/Biro Setpres)
Presiden Jokowi ajak ketiga capres makan siang di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/10). (Foto: Courtesy/Biro Setpres)

Netralitas Presiden Joko Widodo dalam pemilu presiden 2024 kembali menjadi pertanyaan publik ketika ia melangsungkan pertemuan dengan tiga ketua partai politik Koalisi Indonesia Maju yang mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritisi hal ini.

Satu foto yang memperlihatkan keakraban suasana makan malam antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, pada tanggal 5 Januari, kembali memicu pertanyaan publik yang sudah lama meruap soal netralitas presiden dalam pemilu 2024.

Bacaan Lainnya

Lebih dari 1,4 juta orang bereaksi atas foto yang diunggah di akun Instagram Prabowo Subianto, yang juga merupakan calon presiden nomor urut dua ini. “Kok bisa terang-terangan gini presiden berkuasa makan malam dengan kandidat capres yang sedang berkontestasi?” tanya @rizqisolehudin, salah seorang netizen. Lainnya menyampaikan dukungan untuk memenangkan pemilu satu putaran.

Selang beberapa jam, Presiden Jokowi tampak jogging dan sarapan pagi dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Sabtu pagi, saya bersama Bapak Presiden Joko Widodo berolahraga jalan sehat sambil menikmati suasana Kebun Raya Bogor yang rimbun dan segar, dilanjutkan sarapan bersama,” tulis Airlangga, yang juga Menteri Koordinator Perekonomian, di bawah foto yang dipasang di akun Instagramnya.

Sehari kemudian Jokowi makan siang bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di Medja Restaurant di Bogor. “Menikmati indahnya Kota Bogor dengan makan siang bersama Bapak Presiden Jokowi…” tulis menteri perdagangan ini di akun Instagramnya.

Pos terkait