Kemenhan Sebut Penundaan Pembelian Jet Tempur Turunkan Kapasitas Pertahanan Udara

Pesawat Taiwan Air Force Mirage 2000-5 di Hsinchu, Taiwan, 11 April 2023. Indonesia menunda rencana pembelian 12 jet tempur Mirage 2000-5 yang sebelumnya digunakan oleh Qatar, karena terbatasnya kapasitas fiskal. (Foto: Reuters)
Pesawat Taiwan Air Force Mirage 2000-5 di Hsinchu, Taiwan, 11 April 2023. Indonesia menunda rencana pembelian 12 jet tempur Mirage 2000-5 yang sebelumnya digunakan oleh Qatar, karena terbatasnya kapasitas fiskal. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Kementerian Pertahanan mengakui penundaan pembelian 12 jet tempur Mirage 2000-5 akan menurunkan kapasitas pertahanan udara Indonesia.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada 5 Januari 2022 menandatangani kesepakatan dengan perusahaan asal Ceko, Czechoslovak Group (CSG), untuk membeli 12 jet tempur Mirage 2000-5 seharga 733 juta euro – atau kini setara Rp 1,2 triliun.

Bacaan Lainnya

Namun baru-baru ini Kememhan mengatakan akan menunda rencana pembelian pesawat bekas yang digunakan Qatar itu karena keterbatasan anggaran.

Baca jurnal berita nasional berikut: Pemerintah Tunda Beli 12 Pesawat Tempur Mirage 2000-5

Juru bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak pada Jumat (5/1) mengatakan belum mengetahui sampai kapan penundaan pembelian 12 pesawat tempur Mirage itu dilakukan karena terkait dengan kapasitas fiskal atau ketersediaan anggaran yang merupakan domain Kementerian Keuangan.

Penundaan itu merupakan keputusan Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertahanan, tegasnya. Tidak ada alasan lain yang mengakibatkan penundaan pembelian pesawat tempur itu selain karena keterbatasan anggaran.

“Kalau Kementerian Pertahanan, dalam hal ini Pak Prabowo, sama sekali tidak ada perspektif politik terkait dengan kebijakan pertahanan. Bagi Pak Prabowo terlalu murah kalau kemudian perspektif kebijakan pertahanan itu dibangun dengan pendekatan politik elektoral karena wilayah udara kita yang kosong itu sebenarnya sedetik pun tidak boleh terjadi,”ujarnya.

Ditambahkannya pembelian 12 pesawat tempur Mirage 2000-5 itu sudah dipertimbangkan dengan baik sebelumnya. Namun perkembangan geopolitik, geostrategis dan kebutuhan lainnya mengharuskan penundaan pembelian tersebut.

Dahnil memastikan tidak ada ganti rugi yang harus dibayarkan kepada Ceko dengan penundaan tersebut.

Total Views: 458

Pos terkait