Survei LSI: Prabowo-Gibran Teratas di Jawa Timur

Sebuah spanduk raksasa pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di antara para pendukung mereka di Jakarta, 25 Oktober 2023. (Antara Foto/Galih Pradipta/ via REUTERS)
Sebuah spanduk raksasa pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di antara para pendukung mereka di Jakarta, 25 Oktober 2023. (Antara Foto/Galih Pradipta/ via REUTERS)

Lembaga Survei Indonesia melakukan survei kompetisi pemilu di Jawa Timur tahun 2024, yang menganggap Jawa Timur sebagai tempat pertarungan sengit perebutan suara yang dapat menjadi barometer kemenangan nasional.

SURABAYA – Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka teratas di Jawa Timur dengan dengan 46,7 persen pada periode 18-28 Desember 2023.

Bacaan Lainnya

Urutan kedua ditempati pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 26,6 persen, disusul pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 16,2 persen. Hasil survei dengan simulasi surat suara pasangan capres-cawapres init, tidak jauh berbeda bila dilakukan simulasi tertutup tiga nama, maupun simulasi top of mind.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengatakan, hasil survei dua pemilu sebelumnya di Jawa Timur menunjukkan angka yang tidak berbeda jauh dari angka nasional. Jawa Timur, kata Djayadi, merupakan barometer politik nasional yang dapat menggambarkan kemenangan secara nasional.

“Prabowo Subianto dan Gibran, itu berada di urutan pertama untuk perolehan suara kalau Pemilu Presiden diadakan pada saat survei dilakukan, yaitu di angka 46,7 persen. Kemudian disusul dengan Ganjar Pranowo-Mahfud 26,6 persen. Dan pasangan Anies-Muhaimin Iskandar di angka 16,2 persen. Yang belum menyatakan pilihannya ada di angka 10,4 persen,” jelas Djayadi Hanan.

Djayadi menegaskan meski lebih besar yang menyatakan mantap dengan pilihannya, masih cukup besar pula pemilih yang kemungkinan akan mengubah pilihannya hingga hari pemilihan.

“Potensi untuk terjadi perpindahan suara masih cukup besar, karena itu diperkirakan selain mungkin akan terjadi dua putaran di Jawa Timur, dinamika suara dukungan untuk masing-masing paslon itu nampaknya masih cukup dinamis. Dan akan kita lihat selama satu setengah bulan ke depan,” imbuhnya.

Peneliti Utama Indokator Politik Indonesia, Hendro Prasetyo mengungkapkan, karakteristik pemilih di Jawa Timur yang terdiri dari berbagai demografi yang beragam, tidak serta merta dapat menjelaskan pilihannya sesuai dengan calon yang ada. Seperti hasil survei partai pemenang pemilu di Jawa Timur yang akan diduduki PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta Partai Gerindra, kondisi itu tidak sejalan dengan pilihan Capres-Cawapres yang ada.

Total Views: 771

Pos terkait