Telusuri Dugaan Politik Uang, Bawaslu Natuna: Tidak Ada Intervensi dari Pihak Manapun

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna, Siswandi (foto : jr ronald)
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna, Siswandi (foto : jr ronald)

Natuna, JurnalTerkini.id – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna, Siswandi mengatakan, masih menelusuri dugaan money politic atau politik uang yang dilakukan DA, oknum calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) daerah pemilihan (dapil) Natuna-Anambas dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“Fokus kami tercurah kepada acara yang dilaksanakan pada salah satu hotel pada Rabu malam yang lalu. Pada saat itu Panwascam Bunguran Timur melakukan pengawasan dan diduga sang caleg melalui timnya memberikan uang Rp150 ribu kepada setiap peserta yang hadir. Peristiwa ini sudah dikomsumsi publik dan viral. Kebetulan saat itu saya lagi tugas keluar daerah. Begitu sampai Ranai, saya langsung pleno membentuk tim untuk melakukan penelusuran dalam mencari dan mengumpulkan alat bukti serta keterangan dari pihak terkait ataupun saksi pada malam tersebut untuk kebenarannya,” kata Siswandi saat dijumpai di ruangan kantornya, Senin 18 Desember 2023.

Bacaan Lainnya

Siswandi menjelaskan, dari hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya, memang benar adanya proses pemberian uang sebesar 150 ribu.

“Setelah ditelusuri, nanti akan dikaji lebih dalam lagi uang itu diberikan untuk apa, motifnya apa dan kegiatan itu sebenarnya kegiatan apa. Didalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tidak boleh dalam berbentuk uang,” paparnya.

Ia melanjutkan, pada saat acara tersebut ramai yang hadir.

“Kami akan kumpulkan semua informasi, baik dari peserta ataupun konsultan politiknya untuk dikaji lagi termasuk izin kampanye seperti apa. Kami akan telusuri dengan teliti, setelah itu akan dilaporkan ke Bawaslu Provinsi,” katanya.

Selama pengumpulan bukti dan keterangan dari saksi, Siswandi mengatakan tidak ada mendapat intervensi dari pihak- pihak manapun baik ancaman maupun permintaan.

“Sampai saat ini pihak kami tidak ada mendapat intervensi dari pihak manapun, begitupun dalam melakukan tugas kami tidak mau diintervensi. Biarkan kami bekerja dengan maksimal untuk mengumpulkan semua bukti, nanti hasilnya akan kami informasikan,” pungkasnya. (Ron)

Editor: Anton Marulam

Total Views: 222

Pos terkait