Pada Rabu, perahu lain yang membawa 147 orang tiba di wilayah Pidie, Aceh, kata pejabat pemerintah setempat, Ihsan, dalam sebuah pernyataan. Sehari sebelumnya, sekelompok 196 orang mendarat di wilayah yang sama, menurut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe Andi Susanto. Pada Maret, 184 pengungsi Rohingya tiba di Kota Peureulak, Aceh timur setelah diturunkan ke laut dari perahu dan disuruh berenang ke darat.
Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk membantu pengungsi Rohingya yang baru datang, kata Mitra Salima Suryono, juru bicara badan tersebut di Indonesia, kepada AFP.
“Prioritas UNHCR adalah melindungi keselamatan dan kesehatan para pengungsi Rohingya. Banyak dari mereka adalah perempuan dan anak-anak yang rentan dan membutuhkan perlindungan, serta bantuan darurat,” ujarnya.
“Kami berharap pihak berwenang dan masyarakat setempat dapat terus membuka ruang bagi para pengungsi dan mengizinkan mereka untuk mendarat,” katanya.
Lebih dari 2.000 warga Rohingya diyakini telah melakukan perjalanan berisiko ke negara-negara Asia Tenggara pada 2022, menurut UNHCR. Hampir 200 orang Rohingya tewas atau hilang tahun lalu ketika mencoba melakukan penyeberangan laut yang berbahaya, menurut perkiraan badan tersebut. [voa]
Simak juga jurnal berita nasional berikut: Ratusan Pengungsi Rohingya Mendarat di Aceh
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





