Badan Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (14/11/2023) kembali menegaskan seruannya untuk segera diberlakukan gencatan senjata di Gaza, wilayah kantung Palestina yang situasinya semakin memburuk seiring semakin banyak pasien termasuk bayi-bayi prematur di RS Al Shifa di Kota Gaza, yang dilaporkan meninggal dunia. Hujan musim dingin pertama juga telah menyebabkan banjir di kota itu.
Berbicara dalam konferensi pers di Jenewa, juru bicara WHO Dr. Margaret Harris mengatakan “ada begitu banyak kerusakan infrastruktur, kita kekurangan air bersih. Kami memiliki orang-orang yang sangat, sangat berdesakan sembilan kali lebih banyak dari yang seharusnya. Inilah sebabnya mengapa kami memohon agar gencatan senjata segera dilakukan.”
Kabar terbaru dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengindikasikan bahwa hingga Senin lalu (13/11) semua rumah sakit di kota Gaza dan Gaza utara dilaporkan tidak lagi beroperasi karena kurangnya listrik, bahan medis habis pakai, oksigen, makanan, dan air. Kondisi ini diperparah dengan pemboman dan pertempuran di sekitarnya.
RS Al-Shifa yang terkepung, saat ini merupakan satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi. Rumah sakit ini sekaligus merupakan pusat bentrokan bersenjata di Kota Gaza menyusul klaim militer Israel bahwa Hamas telah membangun pusat komando di bawah rumah sakit tersebut.
Klaim tersebut telah berulang kali dibantah oleh para tenaga medis profesional yang bekerja di sana. Fasilitas kesehatan itu telah berhari-hari tidak mendapatkan aliran listrik di tengah-tengah operasi militer Israel yang semakin intensif.






