Natuna, JurnalTerkini.id – Dijumpai di Kantor DPRD Natuna, Anggota DPRD Natuna Eriandy mengatakan telah menampung aspirasi dan mendengar usulan serta keluhan dari masyarakat Desa Pian Padang, Cemaga Selatan beberapa waktu yang lalu.
“Kita laksanakan masa reses di Desa Pian Padang di tanggal 3 kemaren, berdua dengan ibu Surayanti. Disitu dikumpulkan berbagai masukan dan usulan yang berkaitan dengan kebijakan publik, pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, lingkungan, ketenagakerjaan, dan isu-isu penting lainnya untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pembentukan kebijakan dan program kerja nanti,” kata Eriandy, Rabu 15 November 2023.
Eriandy menceritakan, pada saat reses itu Kepala Desa Cemaga Selatan, Abdul Dafa menyampaikan keluhan mengenai pelabuhan pompong masyarakat yang saat ini sudah mau roboh dan tidak layak lagi digunakan.
“Untuk membangun pelabuhan pompong tidak bisa menggunakan dana desa, padahal pelabuhan tersebut sangat dibutuhkan. Kades juga berharap desanya mendapat pasokan air bersih karena menjadi kendala disaat musim kemarau,” katanya.

Selain itu, Eriandy mengatakan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani, nelayan dan buruh juga ingin merasakan aspirasi yang disampaikan untuk mensejahterakan kelompok kelompok ini.
Di bidang pendidikan, Eriandy menjelaskan perlunya renovasi ruangan kelas sekolah dan pembangunan Mushollah untuk kegiatan rohani yang dilakukan tiap jumat pagi.
“Saat giat reses, Kepala SD 004 Cemaga Selatan Mikun menyampaikan ada beberapa bangunan sekolah yang tidak masuk dalam penilaian Kementerian dan sudah mengusulkan 4 lokal untuk direnovasi dan sampai sekarang belum ada realisasi baik dari dinas terkait maupun dari Kemendikbud itu sendiri,” paparnya.
Dari beberapa usulan dan keluhan yang didengarnya langsung saat reses, Eriandy mengatakan akan cepat menindaklanjuti keluhan seperti solusi pasokan air bersih.

“Solusi pasokan air bersih ini apakah mau menunggu dari pihak PDAM atau mau dibuatkan tempat penampungan air seperti embung. Kalau menunggu dari pihak terkait maka akan lama, bisa sampai 1-2 tahun lebih. Mungkin antisipasi nanti dibuat semacam sumur bor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Untuk kelompok tani, Eriandy menyarankan agar kelompok tani ini mendaftar ke dinas terkait agar dapat sebagai penerima manfaat
“Saya sudah menjalankan program pupuk untuk petani di 4 kecamatan, mungkin kelompok tani di Desa Pian Padang ini belum terdaftar di dinas, maka dari itu saya minta disaat reses kemarin agar segera didaftarkan kelompok-kelompok tani yang ada di sini sebagai penerima manfaat,” katanya.
Untuk Mushollah sekolah, Eriandy mengatakan akan mendiskusikan hal ini dengan Surayanti untuk diajukan dan disampaikan ke dinas terkait.
“Sekolah itu harus ada mushollah untuk kegiatan rohani. Saya dan Ibu Surayanti akan berdiskusi bagaimana untuk pembangunannya nanti,” pungkasnya. (Ron)
Editor: Anton Marulam





