Ekowisata Hiu Paus Semakin Menuai Kontroversi

Ekowisata Hiu Paus – Wisatawan bisa berada dalam jarak sangat dekat dengan hiu paus (Dokumentasi Hiu Paus Gorontalo-Fahry Amar)
Ekowisata Hiu Paus – Wisatawan bisa berada dalam jarak sangat dekat dengan hiu paus (Dokumentasi Hiu Paus Gorontalo-Fahry Amar)

Kondisi serupa juga digambarkan Zainuddin, salah seorang operator ekowisata hiu paus di Teluk Saleh, Sumbawa, yang juga terlibat dalam kegiatan organisasi lingkungan Konservasi Indonesia. Biasa dijuluki local champion Konservasi Indonesia. Zainuddin mengatakan, turis asing yang umumnya penikmat wisata populer ini, terkadang ada yang melanggar.

“Sama di sini juga nakal. Sudah ada SOP seperti menjaga jarak, dan jangan menyentuh, tapi wisatawan dengan sengaja menyentuh si hiu paus,” jelas Zainuddin.

Bacaan Lainnya

Ranny Ramadani Yuneni, koordinator nasional untuk program spesies laut yang terancam punah dan lindungi WWF, mengakui bahwa organisasinya ikut memprihatinkan perilaku tak bertanggungjawab pelaku wisata yang membahayakan hiu paus.

Namun ia juga menegaskan bahwa ekowisata hiu paus juga memiliki manfaat positif, yakni memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat dan meningkatkan kesadaran akan konservasi ikan besar ini.

Menurutnya, jenis ekowisata ini bisa dipertahankan sepanjang dampaknya diminimalisir dan tidak berubah menjadi wisata massal yang sering berdampak negatif terhadap lingkungan.

“Sebenarnya yang paling penting adalah implementasi code of conduct, atau yang kita bisa bilang sebagai kode etik. Tidak hanya untuk wisatawan, tapi juga penyedia wisata seperti operator atau pemandu wisata,” komentarnya.

Pendapat serupa dilontarkan Meizani Irmadhiany, Direktur Eksekutif Konservasi Indonesia, organisasi lingkungan yang juga memiliki perhatian besar terhadap konservasi hiu paus.

“Kita tidak bisa menyamaratakan, tapi beberapa lokasi wisata hiu paus sudah cukup bagus tapi memang masih perlu diperkuat, terutama dari segi pengelolaan dan awareness,” jelasnya.

Baik Meizani maupun Ranny sama-sama berharap bahwa ke depannya ekowisata hiu paus di Indonesia mengadopsi praktik-praktik yang diberlakukan jenis ekowisata serupa di negara-negara maju.

Di banyak negara, kata Meizani, SOP diperkenalkan lewat cara yang lebih menarik, seperti melalui video yang diputar dalam frekuensi relatif sering atau poster-poster yang mengulik keingintahuan. Pemandu wisata juga tak kenal lelah mengingatkan wisatwan untuk mematuhinya.

Di Australia, kata Ranny, operator ekowisata hiu paus diwajibkan memiliki izin operasi (license) dan penyelenggaranya juga memberlakukan tarif yang mengutamakan kepentingan konservasi hiu paus.

Pos terkait