Presiden Resmikan Pembangunan Bandara IKN Nusantara

Presiden Jokowi meletakan batu pertama berbagai sarana infrastruktur di Ibu Kota Nusantara di Penajam Paser Utara, Kaltim.(Setpres RI)
Presiden Jokowi meletakan batu pertama berbagai sarana infrastruktur di Ibu Kota Nusantara di Penajam Paser Utara, Kaltim.(Setpres RI)

Lebih jauh, ia juga menilai bahwa pemerintah tidak bisa memprioritaskan sarana dan prasarana apa yang seharusnya dibangun terlebih dahulu. Ia mempertanyakan siapa yang akan menjadi pengguna dari kedua fasilitas ini dan berapa kapasitas yang akan dibangun. Pasalnya, perpindahan ASN pun akan dilakukan secara bertahap dan kebanyakan merupakan ASN muda yang belum berkeluarga.

“Apakah iya groundbreaking sekolah, rumah sakit itu dalam tanda pentik mendesak untuk 2024? Karena membangun itu ada tahapannya. Mana yang perlu mana yang tidak. Bukan tidak penting karena pertumbuhan kota itu harus bertahap. Itu yang saya khawatirkan, kalau bangun rumah sakit yang besar, sekolahnya besar sementara animo pengguna yang dilakukan bertahap. Jadi tidak bisa tiba-tiba besar. ada tahapan. Ini harus diperhatikan supaya tidak terjebak menjadi kota hantu,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Kembali lagi ia menyarankan kepada pemerintah, bahwa seharusnya dalam tahap awal yang harus dibangun adalah sebuah kota etalase atau kota butik dengan kualitas yang sangat baik. Menurutnya, hal ini lebih realitis untuk bisa menarik minat investor ke depannya.

“Harusnya kita membangun sebuah kota etalase atau kota butik. Di mana istilahnya yang ditampilkan barang bagus semua, dan tidak massal. Itu sebenarnya yang mudah, karena dengan kondisi itu lebih relasitis, di mana kita merancang sebuah kota kecil, tapi semuanya bagus, kapasitasnya bagus, kualitasnya standar dunia dan itu lebih masuk akal,” jelasnya.

“Intinya, semua terkesan masih dilakukan secara terburu-buru, tidak diikuti dengan rencana yang matang, apalagi rencana terpadu antar pihak-pihak terkait,” pungkasnya. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 711

Pos terkait