Natuna, JurnalTerkini.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Natuna, Hussyaini mengatakan, PT Indoprima Karisma Jaya (IKJ) berharap ada tenaga kerja lokal yang punya keahlian dan pengalaman di bidang tambang untuk dapat bekerja secara teknis, baik dalam mengoperasikan peralatan tambang dan pekerjaan teknis lainnya.
“Daerah kita ini belum ada pekerja lokal yang punya keahlian dan pengalaman di tambang pasir, jadi mereka bekerja di PT IKJ menjadi sekuriti, kenek supir, ransum dan bagian dapur,” ucapnya saat dijumpai di ruangan kerjanya, Senin 30 Oktober 2023.
Hussyaini melanjutkan, tenaga kerja lokal ini diambil terutama dari Desa Pengadah dan Teluk Buton, baik itu laki-laki maupun perempuan.
Untuk supir dump truk, Hussyaini menjelaskan, pihak perusahaan tidak sembarang terima, supir harus punya Surat Izin Mengemudi (SIM) dan di tes memasukkan pasir ke kapal tongkang.
“Pihak PT tidak mau kecolongan, takutnya terjadi apa-apa kan pihak perusahaan yang bermasalah,” katanya.
Di perusahaan tambang ini, Hussyaini memaparkan, ada tiga kategori pekerja yakni pekerja harian, pekerja kontrak dan pekerja permanen. Untuk pekerja kontrak ada yang masa kerjanya tiga bulan dan enam bulan, kalau dibutuhkan lagi diperpanjang kontraknya.
“Data para pekerja ini wajib dilaporkan oleh PT IKJ ke pihak dinas ketenagakerjaan. Laporan terakhir saat ini pekerja sekitar lima puluhan orang lebih, pada umumnya supir. Kemaren itu 75 orang dimana 40 orang itu pekerja lokal dengan sistem harian dan kontrak,” jelasnya.
Dari data yang ada, ia selalu mengimbau kepada pihak perusahaan agar tenaga kerja lokal harus didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan karena itu kewajiban perusahaan untuk melindungi pekerja kalau terjadi apa-apa. “Belum ada keluhan dan masalah yang kami terima dari pekerja perusahaan tambang pasir,” katanya.
Saat ini, Hussyaini mengatakan tenaga kerja yang terserap di pertambangan pasir kuarsa masih sedikit, ini disebabkan pasir kuarsa masih berbentuk mentah belum diolah menjadi bahan baku industri seperti kaca, panel surya, keramik dan lainnya.
“Lain halnya kalau industri pabrik pengolahan pasir kuarsa ini ada disini, tenaga kerja yang terserap pasti akan banyak,” imbuhnya. (Ron)
Editor: M Sarih






