Penyebab Disabilitas Nomor 1
Secara global, stroke menjadi penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker baik di negara maju maupun berkembang.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, Eva Susanti mengatakan berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada 2019 menunjukkan stroke sebagai penyebab kematian utama yaitu 19,42 persen dari total kematian di Indonesia.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari 7 per seribu penduduk pada 2013 menjadi 10,9 per seribu penduduk.
“Dari sisi pembiayaan, stroke menjadi penyakit katastropik dengan pembiayaan terbesar ketiga setelah penyakit jantung dan kanker yaitu sekitar Rp 3,23 triliun pada 2022 dan jumlah ini meningkat jika dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 1,91 triliun dari data BPJS kita kutip tahun 2022,” jelas Eva Susanti.
Penyakit katastropik adalah penyakit yang mengancam nyawa dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar serta proses penyembuhan yang lama.
Peringatan Hari Stroke Sedunia 2023, menurut Eva, mengajak masyarakat untuk mengenali gejala dan mengendalikan faktor risiko stroke. Sebanyak 90 persen kasus stroke dapat dicegah apabila kita dapat mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, merokok, diet yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






