Setiap tanggal 29 Oktober diperingati sebagai Hari Stroke Sedunia. Mengangkat tema “Bersama-sama kita #Lebih Besar dari Stroke”, peringatan hari stroke sedunia 2023 mengampanyekan stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya.
Komarudin Rahmat kini memilih untuk tidak mengonsumsi makanan berlemak sejak dia pulih dari stroke. Pria berusia 69 tahun itu mengalami serangan pecah pembuluh darah pada 16 September 2012 yang membuatnya dirawat di rumah sakit selama sembilan hari.
“Kondisi ketika pulang dari rumah sakit sangat buruk. Tangan dicubit tidak terasa, kaki dicubit tidak terasa, bahkan dibakar korek api tidak terasa. Sangat buruk, lumpuh sebagian, semua serba dibantu,” tutur Komarudin Rahmat dalam Temu Media Hari Stroke Sedunia di kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Jumat (27/10/2023).
Selama enam bulan kemudian dia menjalani perawatan jalan dan memeriksakan perkembangan kesehatan secara rutin ke dokter serta mengonsumsi berbagai macam obat-obatan. Selain itu, dia juga mencari berbagai literatur untuk memahami penyakit stroke dan cara pencegahannya yaitu dengan menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging merah, kuning telur, mentega, santan.
“Itu saya dapatkan. Saya baca dari buku-buku kesehatan sehingga saya berkesimpulan bahwa lebih baik saya tidak mengkonsumsi makanan yang menyebabkan kental darah daripada saya minum obat pengencar darah,” jelas Komarudin yang secara disiplin mengontrol pola makan.
Kini Komarudin mengatakan kondisinya sudah membaik sekitar 90 persen.






