Hari Stroke Sedunia 2023: Cegah Stroke dengan Mengontrol Faktor Risiko

Oswald Reedus yang selamat dari stroke menggunakan antarmuka otak-komputer yang terhubung ke lengan robot dengan bantuan mahasiswa PhD teknik elektro dan komputer Universitas Houston Jdi Richmond, Texas, AS, 21 September 2023. (Foto: Ilustrasi/REUTERS/Evan Garcia)
Oswald Reedus yang selamat dari stroke menggunakan antarmuka otak-komputer yang terhubung ke lengan robot dengan bantuan mahasiswa PhD teknik elektro dan komputer Universitas Houston Jdi Richmond, Texas, AS, 21 September 2023. (Foto: Ilustrasi/REUTERS/Evan Garcia)

Penyebab Stroke

Dokter Mohammad Kurniawan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia mengatakan stroke adalah masalah kesehatan yang cukup serius. Stroke terjadi ketika muncul gejala-gejala gangguan syaraf bisa berupa kelumpuhan separuh badan, berbicara cadel secara mendadak, bahkan gangguan kesadaran karena masalah pada pembuluh darah di otak yang tersumbat atau pecah pembuluh darah.

“Pembuluh darah ini ibaratnya adalah suatu tabung yang mengalirkan darah yang berisi oksigen dan makanan. Ketika dia tersumbat, maka jaringan otak mengalami kematian. Stroke bisa merupakan akibat dari pembuluh darah di otak pecah. Ini juga sangat berbahaya, bahkan umumnya lebih berbahaya daripada stroke sumbatan, dan bahkan dapat mengakibatkan kematian,” kata Mohammad Kurniawan dalam kegiatan yang sama.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, upaya pencegah stroke dapat dilakukan dengan memeriksa kesehatan secara rutin, tidak merokok, rajin beraktivitas, diet seimbang, istirahat yang cukup dan mengelola stres.

Lalu bagaimana bila sudah terlanjur muncul gejala atau terkena stroke?

Dalam situasi ini, Mohammad Kurniawan menyarankan penting kemampuan untuk mengenali gejala dan tanda stroke karena stroke harus ditangani dengan segera. Keterlambatan mengenali gejala akan berakibat kematian jaringan otak yang semakin lama semakin luas sehingga kemudian pasien bisa terancam meninggal dunia atau bahkan bisa mengalami kecacatan.

“Jadi kalau ada salah satu dari gejala senyum yang tidak simetris, gerak separuh badan anggota tubuh melemah tiba-tiba, atau bicara pelo atau tiba-tiba jadi nggak ngerti pembicaraan atau nggak bisa bicara, kebas separuh badan, gangguan penglihatan, atau sakit kepala yang hebat luar biasa, satu saja dari gejala ini maka segera ke rumah sakit,” tegas Mohammad Kurniawan.

Dia mengingatkan dalam waktu kurang dari dua jam, seseorang yang terkena stroke harus segera dibawa ke rumah sakit untuk segera ditangani.

Total Views: 576

Pos terkait