Selain berbagai langkah multilateral yang bisa terus dilakukan dan didorong oleh Indonesia, menurutnya Presiden Jokowi bisa berdiskusi dengan negara mitra atau negara yang cenderung dekat dengan Israel untuk mendorong dihentikannya berbagai kekerasan yang saat ini terjadi.
“Bertemu Xi Jinping OK, bertemu Putin OK, sekarang dengan Amerika itu sendiri dalam konteks mendorong langkah-langkah untuk mendeeskalasi konflik itu sendiri. Karena semua jalan sekarang harus dilakukan dalam konteks menggalang dukungan internasional. Kita tidak tahu entry point-nya akan dapat darimana, tapi setidaknya ini kemudian hal-hal yang perlu untuk diupayakan dalam konteks kebijakan luar negeri Indonesia,” ungkap Agung.
Menurutnya, selama ini berbagai seruan internasional dan langkah multilateral dalam upaya mengatasi permasalahan ini cenderung belum membuahkan hasil. Maka dari itu, katanya, segala cara harus segera diambil agar kekerasan bisa segera dihentikan.
“Itu satu hal yang sifatnya cukup ironi, meskipun Sekjen PBB sudah mengutarakan (pernyataan) ini menjadi ironis. Dunia punya rezim internasional tapi kemudian itu tidak berjalan, artinya harus ada cara-cara lain. Memang secara umum cara-cara multilateral misalnya adanya pertemuan OKI dan Liga Arab sudah dilakukan. Tapi, hanya sekedar selesai di poin kecaman. Harus ada benar-benar satu dorongan secara diplomatik yang dilakukan baik itu oleh negara besar, maupun pihak lain yang berkepentingan untuk mengdeeskalasi konflik. Dalam konteks sekarang peran AS tetap penting untuk kemudian didorong,” pungkasnya. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






