Kemenhub prioritaskan pembangunan runway Bandara RHA

  • Whatsapp
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau landasan pacu atau runway Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) beberapa waktu. Kemenhub prioritaskan pembangunan runway Bandara RHA yang ditargetkan selesai pada 2021. (foto: Dok. Humas Pemkab Karimun)
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau landasan pacu atau runway Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) beberapa waktu. Kemenhub prioritaskan pembangunan runway Bandara RHA yang ditargetkan selesai pada 2021. (foto: Dok. Humas Pemkab Karimun)

Pemerintah Daerah tetap lakukan pendekatan mulai dari RT, RW hingga camat. Kita akan lihat surat yang dimiliki warga itu surat apa, bagaimana proses ganti rugi yang diberikan tentunya harus dianggarkan insyaallah pada tahun 2021 akan kita tindaklanjuti

Karimun, JurnalTerkini.id – Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq menyebutkan bahwa Kemenhub prioritaskan pembangunan runway Bandara RHA untuk diperpanjang sehingga bisa didarati pesawat komersial sekelas Boeing.

Bacaan Lainnya

Saat ini, landasan pacu atau runway Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) yang berlokasi di Bati, Kecamatan Tebing, masih memiliki panjang 1.400 meter dan akan diperpanjang menjadi 2.000 meter.

Pemerintah Kabupaten Karimun hingga kini terus berupaya membebaskan tanah untuk proyek perpanjangan landasan pacu atau runway Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Menurut Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kemenhub prioritaskan pembangunan runway Bandara RHA sebagaimana disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan ke Karimun Januari 2020 lalu.

Saat itu, Menhub Budi Karya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun untuk membebaskan tanah untuk memperpanjang landasan pacu Bandara RHA Karimun.

“Soal landasan pacu bandara RHA, kita sudah inventarisir, tanah disana itu estimasi ya kemarin dilakukan pendataan ada yang sporadik ada yang tidak,” ujar Aunur Rafiq kepada Jurnal Terkini, Jumat (26/6/2020).

Bupati mengatakan, warga atau pemilik tanah diharapkan paham bahwa memperpanjang landasan pacu bandara ini untuk kepentingan negara, sehingga ganti rugi itu tidak semudah dibayangkan.

Proses ganti rugi

“Pemerintah Daerah tetap melakukan pendekatan mulai dari RT, RW hingga camat. Kita akan lihat surat yang dimiliki warga itu surat apa, bagaimana proses ganti rugi tentunya harus dianggarkan, insyaallah pada tahun 2021,” kata Rafiq.

Menyangkut uang ganti rugi yang akan dibayarkan, Aunur Rafiq menjelaskan pemerintah daerah akan didampingi aparat hukum.

“Didampingi aparat hukum seperti kejaksaan dan kepolisian karena menyangkut uang, apakah bisa dan sah tanah untuk dibayarkan seperti uang kerohiman atau sagu hati. Nanti akan dibahas pada 2021,” jelasnya.

Meski proses pembebasan tanah belum terselesaikan, Bupati mengungkapkan bahwa Kemenhub memperpanjang landasan pacu bandara RHA Karimun menjadi prioritas.

“Pak menteri perhubungan berkomitmen bahwa proyek ini menjadi prioritas, kita sudah daftar dan petakan tanahnya, tinggal bagaimana penyelesaiannya nanti akan dimasukkan ke APBD 2021,” Ungkapnya.

Untuk diketahui, pemerintah akan menggelontorkan dana Rp100 miliar untuk memperpanjang landasan pacu atau runway Bandara RHA Karimun.

“Bandara ini akan dikembangkan dengan dana Rp100 miliar, dan kita ingin pada 2021 akhir, runway sudah selesai diperpanjang menjadi 2.000 meter, agar pesawat seperti Boeing 747 bisa mendarat,” kata Budi Karya Sumadi saat meninjau Bandara RHA, Sabtu (1/2/2020).

Menteri mengungkapkan, apabila pembangunan runway Bandara Raja Haji Abdullah selesai. Maka ia akan mengundang Presiden Joko Widodo untuk meresmikannya.

“Jika pemerintah daerah berkomitmen segera menyelesaikan runway, Presiden akan kita undang untuk resmikan Bandara Raja Haji Abdullah ini,” tutup Menhub. (yra)

Pos terkait