Sempat Panas, Musdalub PKDP Karimun Akhirnya Sepakati Syafrizal Sebagai Ketua

Ketua DPW PKDP Kepri H Nurman berjabat tangan denan ketua terpilih H Syafrizal M dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Gedung PKSB Karimun, Minggu (3/9/2023). (JurnalTerkini.id/Rusdi)
Ketua DPW PKDP Kepri H Nurman (kanan) berjabat tangan denan ketua terpilih H Syafrizal M dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Gedung PKSB Karimun, Minggu (3/9/2023). (JurnalTerkini.id/Rusdi)

Karimun, JurnalTerkini.id – Sempat panas dalam menentukan mekanisme pemilihan, Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Minggu (3/9/2023) malam, akhirnya menyepakati H Syafrizal M sebagai ketua terpilih untuk periode 2023-2028.

Musdalub PKDP (perhimpunan warga perantauan dari Pariaman, Sumbar-red) digelar di Gedung PKSB Karimun dihadiri Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKDP Provinsi Kepri H Nurman beserta beberapa pengurus.

Bacaan Lainnya

Musdalub untuk mengisi kekosongan ketua ini, sempat berlangsung panas ketika panitia pemilihan bersikukuh bahwa mekanisme pemilihan wajib, terutama pemegang hak suara mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKDP yang berlaku secara nasional.

Beberapa peserta maupun peninjau protes bahwa pemegang hak suara sesuai dengan kesepakatan atau musyawarah bersama ninik mamak beberapa waktu lalu. Bahkan ada yang akan meninggalkan ruang rapat jika panitia pemilihan bersikukuh dengan aturan dalam AD/ART.

Ketua DPW PKDP Kepri H Nurman dan beberapa  penurus DPW serta saksi memimpin penghitungan suara. (JurnalTerkini.id/rusdi)
Ketua DPW PKDP Kepri H Nurman (baju putih pakai songkok) dan beberapa penurus DPW serta saksi memimpin penghitungan suara. (JurnalTerkini.id/rusdi)

Suasana yang mulai panas akhirnya mereda setelah Ketua DPW PKDP Kepri beserta anggota pengurus mengambil alih panitia pemilihan.

Untuk penetapan pemegang hak suara, H Nurman selaku pimpinan rapat memutuskan untuk voting apakah pemegang hak suara mengacu pada AD/ART atau hasil kesepakatan bersama ninik mamak.

“Karena kita sudah sepakat, maka sekarang kita tentukan siapa-siapa yang memiliki hak pilih,” kata Nurman.

Pemegang hak suara yang disepakati sebanyak 21 orang yang berasal dari 6 sektor (cabang), DPW, pengurus Gempar dan penasihat atau ninik mamak.

Sedangkan usulan calon ketua disepakati setiap sektor mengusulkan satu nama, dan penasihat atau ninik mamak mengusulkan satu nama, sehingga total tujuh nama, yaitu Iron Agrama, H Syafrizal M, Rahmat Ilahi, Hizbulwatan, Banen, Edi Sikumbang, dan H Akhiri dari ninik mamak namun mengundurkan diri.

Dari pemungutan suara yang dilakukan, H Syafrizal M akhirnya ditetapkan sebagai ketua terpilih dengan memperoleh 14 suara mengungguli Hizbulwatan yang hanya meraih 7 suara, sedangkan 4 kandidat lain nihil.

Pengurus sektor, ninik mamak dan pengurus Gempar mengikuti Musdalub DPD PKDP Karimun di Gedung PKSB Karimun, Minggu (3/9/2023) malam. (JurnalTerkini.id/rusdi)
Pengurus sektor, ninik mamak dan pengurus Gempar mengikuti Musdalub DPD PKDP Karimun di Gedung PKSB Karimun, Minggu (3/9/2023) malam. (JurnalTerkini.id/rusdi)

“Alhamdulillah, Musdalub sudah menghasilkan ketua terpilih. Mari kita dukung bersama-sama. Perbedaan dalam musyawarah itu biasa, setelah itu kita kembali bersatu. PKDP itu badunsanak (bersaudara),” kata Ketua DPW PKDP Kepri H Nurman.

H Nurman mengatakan, 6 nama yang mengikuti pencalonan sebagai ketua semuanya masuk dalam tim formatur yang akan menyusun kepengurusan lengkap, dengan ketua terpilih sebagai ketua tim formatur.

Musdalub ditutup dengan penyerahan kain sarung kepada ketua terpilih H Syafrizal yang menyatakan berjanji akan selurus-lurusnya melaksanakan roda organisasi.

“Saya mohon dukungan semua, tanpa dukungan kita semua tak mungkin saya bisa jalan sendiri,” kata Syafrizal.

Sementara itu, beberapa peserta maupun peninjau Musdalub berharap ketua terpilih membuat terobosan-terobosan untuk kemajuan PKDP.

“Harapan kami rangkullah semua anggota. Jangan memaksakan kehendak, perlakukan sama anggota yang mungkin berada dengan yang kurang mampu. Dan jangan berpolitik,” kata salah seorang peserta. (yra)

Editor: Anton Marulam

Total Views: 307

Pos terkait