Gubernur juga memberikan apresiasi kinerja semua pihak yang telah berusaha menurunkan kemiskinan di Riau. Provinsi Riau juga telah berhasil menurunkan prevalensi stunting menjadi 17% dari 2,3%.
Capaian ini, kata dia, merupakan prestasi kita bersama, sehingga kita termasuk lima Provinsi di Indonesia yang berhasil menurunkan prevalensi stunting di atas 5% dan Provinsi ke-6 dengan stunting terendah tingkat nasional.
Provinsi Riau juga menjadi salah satu pusat perekonomian Indonesia, di mana peningkatan infrastruktur di Provinsi Riau menjadi prioritas. Dari tahun 2019 hingga 2023, telah terealisasi pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 305,96 km, serta pembangunan jembatan sebanyak 27 unit. Untuk tahun 2023 anggaran untuk peningkatan jalan sebesar Rp.866 miliar.
Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Riau juga mengalokasikan Dana Bantuan Keuangan Khusus infrastuktur untuk peningkatan jalan, pembangunan jalan dan jembatan pada Kabupaten/kota sebesar Rp. 153,9 Miliar.
Begitu juga dalam hal kesehatan, sejak tahun 2019, Pemerintah Provinsi Riau telah mengupayakan percepatan perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) dengan Budget Sharing 55% Provinsi, dan 45%
Kabupaten/Kota.
“Kami menargetkan pada tahun 2024
telah tercapai sebesar 98%, sehingga Provinsi Riau Mencapai Jaminan Kesehatan Semesta UHC cukup berobat dengan membawa KTP saja,” terangnya. (Fred/am)
Editor: Anton Marulam





