Karimun, JurnalTerkini.id – Rombongan istri-istri pembesar Pasir Gudang, Johor, Malaysia yang merupakan anggota Puspanita Cawangan Pasir Gudang melawat ke Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Dalam lawatan tiga hari di kabupaten berjuluk Bumi Berazam ini, rombongan Puspanita Cawangan Pasir Gudang ini diundang dan difasilitasi kunjungan ini oleh Ketua LKP Bunda, Yusriana Susanti yang akrab disapa Ina Bachtiar.
Menurut Ina Bachtiar, kunjungan para datin ini diawali dengan meninjau produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Rumah Kreatif BUMN di Coastal Area, dan dilanjutkan dengan meninjau kerajinan tangan Frangki di Bukit Senang, melihat rumah batik Karimun di Kecamatan Tebing serta beberapa pusat kuliner lainnya.
“Saya tentu berterima kasih kepada Puspanita yang berkenan datang melihat-lihat Karimun. Kunjungan ini dapat lebih mempererat tali silaturahmi, di samping menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk UMKM di daerah kita,” kata Ina saat mendampingi Puspanita Cawangan Pasir Gudang melihat-lihat produk UMKM di Rumah Kreatif BUMN, Kamis (6/7/2023).
Rombongan Puspanita Cawangan Pasir Gudang, Malaysia ini berjumlah 22 orang. Mereka dipimpin ketuanya, Datin Halimah yang merupakan istri dari Datuk Bandar Pasir Gudang.
Rombongan mengaku terkesan dengan suasana kota Tanjung Balai Karimun yang menurut mereka masih melestarikan budayanya.
“Syukur alhamdulillah. Kami dari tim Majelis Bandaraya Pasir Gudang diberi peluang untuk dapat hadir di Karimun ini. Melihat ekonomi di sini, budaya di sini sehingg dapat kami bawa pulang,”
“Dan kami melihat sebuah bandar yang cantik, yang masih mengekalkan ciri budayanya. Semoga kami dapat melihat lebih banyak lagi aktiviti-aktiviti masyarakat di sini, dalam tiga hari dua malam ini. Dan apa yang penduduk di sini laksanakan semoga dapat kami bawa pulang,” kata Datin Halimah diwakili juru bicaranya.
Mereka juga mengungkapkan kesannya terhadap produk-produk UMKM yang dipamerkan di Rumah Kreatif BUMN yang menurut mereka memiliki kemasan dan cita rasa berbeda.
“Kami merasa ada sesuatu yang perlu kami pelajari. Produk yang sungguh cantik, kami melihat ada keunikan nilai tersendiri,’ katanya.
Dia menilai produk-produk UMKM itu menunjukkan adanya ide dan kreasi yang berbeda dengan yang ada di Malaysia.
“Kelainan-kelaninan ini yang dapat kami bawa pulang sebagai ilmu pengetahuan. Semoga kunjungan dapat mempererat lagi hubungan yang lebih baik lagi,” katanya. (rdi)
Editor: Putri Permata Sari





