Sementara itu, Kapolres Karimun menyebut pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi antara warga dengan PT Saipem Indonesia Karimun Yard.
Hanya saja, kata dia, pihak perusahaan masih memilih untuk menutup diri.
“Dari pihak Saipem kita coba mediasi, tapi perusahaan belum mau membuka diri. Sehingga dari mediator akan kembali memediasi supaya ada titik temu,” kata Kapolres.
Dari hasil negoisasi panjang bersama pihak kepolisian, ratusan massa unjuk rasa akhirnya memilih membubarkan diri sekitar pukul 11.30 Wib. (yra)
Editor: Putri Permata Sari





