G7 Beri Peringatan Keras China dan Korea Utara soal Nuklir

Peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat baru Hwasong-18. (Foto: via Reuters)
Peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat baru Hwasong-18. (Foto: via Reuters)

“Kami tiba pada waktunya untuk melihat kembali apa yang akan dibutuhkan Ukraina sebagai bagian dari kekuatan masa depan, untuk dapat mencegah dan bertahan melawan agresi Rusia saat kami melangkah maju,” kata Sullivan.

Para pemimpin G7 juga menggunakan KTT tersebut untuk menerapkan serangkaian sanksi global baru terhadap Moskow dan rencana untuk meningkatkan efektivitas sanksi keuangan yang sudah berjalan. Sanksi-sanksi keuangan itu bertujuan membatasi upaya perang Presiden Vladimir Putin.

Bacaan Lainnya

“Dukungan kami untuk Ukraina tidak akan goyah,” kata para pemimpin G7 dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tertutup. Mereka berkomitmen “untuk berdiri bersama melawan perang agresi Rusia yang ilegal, tidak dapat dibenarkan, dan tidak beralasan melawan Ukraina.”

“Rusia memulai perang ini dan dapat mengakhiri perang ini,” kata mereka.

Zelenskyy secara konsisten menyerukan permintaan atas pasokan jet tempur Barat untuk memperkuat pertahanan negaranya dalam melawan invasi Rusia. Namun hingga kini Kyiv menghadapi skeptisisme dari AS bahwa mereka dapat membalikkan keadaan dalam perang.

Saat ini, karena Ukraina telah meningkatkan pertahanan udaranya dengan sejumlah sistem anti-pesawat yang dipasok Barat dan bersiap untuk melancarkan serangan balasan terhadap Rusia, para pejabat yakin jet itu dapat berguna dalam pertempuran dan penting untuk keamanan jangka panjang negara itu. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 661

Pos terkait