JAKARTA- Menteri Kominfo Johnny G Plate ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Base Transceiver Station (BTS). Masyarakat Indonesia sontak kaget atas penetapan status tersangka. Tidak tanggung-tanggung, uang negara yang diduga raib dalam proyek tersebut mencapai 8 triliun rupiah.
Hal ini kontraproduktif dengan narasi membangun Gorontalo yang sering disuarakan Partai NasDem melalui wakilnya, Rachmat Gobel dalam berbagai pertemuan sehingga menuai kritik dari masyarakat.
“Narasi dari Partai NasDem untuk membangun Gorontalo yang disuarakan kepada masyarakat oleh Rachmat Gobel selama ini dipertanyakan, pasalnya mulai dari membangun milenial, membangun wisata halal, membangun ekonomi, kerjasama dengan negara Jepang banyak tidak terlaksana di Gorontalo, jadi kami meminta Rachmat Gobel tidak sekedar gagah-gagahan pulang ke Gorontalo kalau tidak punya langkah kerja nyata untuk Gorontalo karena hanya buang buang anggaran perjalanan dinas,” ujar pemerhati kebijakan publik Zakaria Muhammad.
Melihat kasus korupsi yang besar di tubuh Partai Nasdem, kiranya penegak hukum juga memeriksa Rachmat Gobel selalu anggota legislatif wakil Gorontalo di Senayan karena banyak gagasan banyak namun minim realisasi. Jaringan Partai NasDem yang luas di birokrasi dan luar birokrasi tidak mampu melahirkan sebuah karya nyata di Bumi Hulonthalo dan hanya seperti ejakulasi dini dalam berpikir, banyak konsep tapi mandul dalam karya.
“Sampaikan apa yang torang butuhkan ke pemerintah pusat, Wakil Rakyat dari Gorontalo musti kase kontribusi, jang bo abis di gagah gagahan,” tandasnya.
Pihaknya juga meminta anggaran yang diperuntukkan aspirasi masyarakat, program kerja legislatif dan lainnya perlu dicek agar masyarakat tahu dana legislatif itu untuk apa saja. Capaian kinerja RG sebagai anggota legislatif dengan biaya fantastis harus membuahkan hasil maksimal untuk kemajuan masyarakat.
Pihaknya juga meminta wakil rakyat ini jangan anti kritik dan ekslusif menyikapi masukan dari masyarakat. Sering-sering ketemu masyarakat dan rasakan apa yang mereka rasakan lalu bikin program penyampaian aspirasi rakyat, jangan bo tau kase abis doi perjalanan dinas. (siberindo group)






