Warga Palestina yang Mogok Makan di Penjara Israel Meninggal Dunia, Situasi Kembali Memanas

Anak-anak dan remaja Palestina mengibarkan bendera nasional dan memegang poster Khader Adnan, seorang militan Jihad Islam Palestina yang meninggal di penjara Israel setelah mogok makan hampir tiga bulan, di desa Arrabe Tepi Barat, dekat Jenin, Selasa, 2 Mei 2023.
Anak-anak dan remaja Palestina mengibarkan bendera nasional dan memegang poster Khader Adnan, seorang militan Jihad Islam Palestina yang meninggal di penjara Israel setelah mogok makan hampir tiga bulan, di desa Arrabe Tepi Barat, dekat Jenin, Selasa, 2 Mei 2023.

Seorang narapidana Palestina yang ditahan di penjara Israel meninggal Selasa pagi (2/5/2023) setelah melakukan mogok makan selama hampir tiga bulan. Militan Palestina menembakkan serangkaian roket ke Israel tak lama setelah berita itu mengemuka.

Demonstrasi meluas di Tepi Barat hari Selasa (2/5/2023) setelah kematian seorang tahanan Palestina terkemuka dalam penjara Israel.

Bacaan Lainnya

Penjara Israel mengatakan Khader Adnan meninggal setelah mogok makan selama hampir tiga bulan. Pengumuman itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina.

Sekitar 200 orang berkumpul di luar rumah Adnan di kota Arraba, di Tepi Barat yang diduduki Israel. Mereka membawa spanduk dan papan dengan foto Adnan, dan menyerukan balas dendam.

Istri Adnan: Jangan ada setetes darah pun tumpah

Istri Adnan, Randa Musa, mengatakan kepada warga yang berkumpul di rumahnya bahwa “ia tidak menginginkan ada setetes darah pun tumpah” sebagai pembalasan atas kematian suaminya. “Kami tidak ingin ada roket ditembakkan, atau serangan lanjutan di Gaza,” ujarnya dengan suara lirih kepada massa.

Adnan, yang merupakan pemimpin kelompok militan Jihad Islam, telah melakukan mogok makan berkepanjangan lebih dari satu dekade lalu. Ia memperkenalkan bentuk protes baru terhadap penahanan massal warga Palestina oleh Israel, tanpa tuduhan atau pengadilan.

Pada tahun 2015 ia sempat bicara pada wartawan dengan kondisinya di dalam tahanan.

“Ini terjadi bukan karena saya sangat kuat. Suatu hari nanti saya akan lelah dan jatuh sakit. Saya kerap menangis, saya kesakitan, saya muntah darah dan perut saya mengeluarkan cairan. Saya memilih bersama Allah SWT karena manusia tidak punya kekuatan apapun. Saya mengikuti petunjuk Allah SWT. Seringkali saya merasa ada keajaiban, ketika saya merasa sangat lemah, sesuatu yang ajaib terjadi pada saya, seperti ketika beberapa perempuan Israel mendatangi ruang perawatan saya di rumah sakit dan mengatakan mereka datang untuk menunjukkan rasa solidaritas pada saya. Ada pula warga Palestina yang datang, atau isyarat-isyarat lain,” ujarnya.

Laki-laki berusia 45 tahun itu menjadi tahanan pertama yang meninggal karena mogok makan dalam penjara Israel.

Total Views: 340

Pos terkait