
TANJUNG Balai Karimun sebagai Ibu Kota Kabupaten Karimun akhir-akhir ini semakin pesat pembangunannya.
Hal ini bisa kita lihat dengan semakin banyaknya pusat-pusat pembangunan di Kota Tanjung Balai Karimun seperti, perluasan Coastal Area, pembangunan pusat kuliner di Panggung Putri Kemuning, pemakaian jembatan kuning di Leho, pembangunan jalan industri di daerah Pangke dan Pongkar serta pusat-pusat pembangunan lainnya.
Dengan semakin pesatnya pembangunan ini, menyebabkan semakin luasnya pengembangan Kota Tanjung Balai Karimun yang dulunya hanya merupakan kota yang sempit, ditambah dengan semakin banyaknya kendaraan roda empat dan roda dua sehingga menimbulkan kemacetan di ruas-ruas jalan di Tanjung Balai Karimun.
Pusat pemerintahan Tanjung Balai Karimun dahulunya hanya merupakan Kecamatan Karimun yang beribukota Kelurahan Tanjung Balai Kota. Sebagai pusat pemerintahan, setiap kegiatan dipusatkan di Taman Bunga yang kondisinya tidak memadai untuk dilaksanakan kegiatan masyarakat dan pemerintahan, Taman Bunga dimanfaatkan bukan hanya untuk kegiatan masyarakat, tetapi juga sebagai Pelabuhan Bongkar Muat Barang dan Pelabuhan Domistik dan Luar Negeri.



Kondisi tersebut membuat Kota Tanjung Balai semakin semerawut dan disibukkan dengan areal pertokoan tempat pertemuan para pembeli dan penjual baik yang domestik maupun para wisatawan dari Singapura dan Malaysia.
Dengan semakin banyaknya perluasan pusat-pusat pembangunan sebagaimana yang disebut diatas diharapkan kegiatan masyarakat dan pemerintahan dapat dialihkan ke tempat-tempat yang baru seperti saat ini dibangunnya Pelabuhan Luar Negeri yang berada di pesisir Coastal Area (GOLD COAST).
Di Tanjung Balai Karimun terdapat juga sebutan Kota Lama yang perlu untuk dikembangkan sebagai aset budaya masyarakat Tanjung Balai Karimun. Hal ini dapat dilihat dari kondisinya yang sangat kental dengan kehidupan masyarakat berbagai etnis yang terdiri dari Suku Melayu, Tionghoa dan suku-suku masyarakat lainnya, membuat Kota Lama menjadi pilihan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Tanjung Balai Karimun, dari mulai pedagang-pedagang kecil, kedai kopi, Pasar Malam yang berjualan di sepanjang jalan dan masih adanya kendaraan Tradisional Becak membuat daya tarik Wisatawan.
Sebagai lokasi tujuan wisatawan di Kota Lama Tanjung Balai Karimun, Pemerintah Daerah perlu memikirkan untuk merevitalisasi Kota Lama Tanjung Balai Karimun menjadi lebih indah, asri dan nyaman untuk wisatawan dan masyarakat setempat, perbaikan dan revitalisasi bisa dimulai dengan perbaikan jalan, perbaikan tempat parkir, pelestarian untuk pejalan kaki, perbaikan lampu jalan dan pemeliharaan tempat-tempat sampah.
Sehingga kondisi tersebut membuat kota lama semakin lebih nyaman dan dapat menjadi nilai tambah bagi wisatawan mancanegara.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Hartoyo yang mengatakan bahwa “Pemerintah Kabupaten Karimun tidak hanya memikirkan tentang perluasan Kota Tanjung Balai Karimun tetapi juga harus memikirkan kembali Pembangunan Kota Lama Tanjung Balai Karimun agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan di Kabupaten Karimun,” ujarnya di Tanjung Balai Karimun, Selasa (4/4/2023).
Menanggapi hal tersebut Bupati Karimun Aunur Rafiq, pada kesempatan lain mengatakan bahwa konsep rencana revitalisasi Kota lama sudah diusulkan melalui Dinas Terkait Kabupaten Karimun “Mengenai besaran anggarannya silakan ditanyakan dengan Dinas Pariwisata atau Dinas PUPR,” ujarnya.
Semoga harapan penulis dan masyarakat bisa terwujud dengan kepedulian Pemerintah Daerah untuk merevitalisasi kota lama.
Penulis : Halimah Tasya Umaira
Nim: 21100906 dari UNIVERSITAS KARIMUN PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA





