Data Baru Asal-usul COVID-19 Mengarah pada Anjing Rakun di Tiongkok

Pasar grosir makanan laut Huanan di Wuhan, Provinsi Hubei, tempat kasus pertama COVID-19 pada manusia ditemukan, 21 Januari 2020. (Foto: Dake Kang/AP)

Data belum pasti tapi penting

Ray Yip, pakar epidemiologi, mengatakan penemuan-penemuan tersebut tetap penting, meski belum pasti. Yip adalah adalah satu pendiri kantor Pusat Pengendalian Penyakit AS di Tiongkok.

Bacaan Lainnya

“Data sampel lingkungan pasar yang dirilis oleh China CDC sejauh ini adalah bukti paling kuat untuk mendukung (teori) virus berasal dari hewan,” kata Yip kepada Associated Press melalui surel. Dia tidak terkait dengan analisis baru.

Ketua teknis COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove, memperingatkan bahwa analisis itu tidak menemukan virus di dalam hewan manapun dan tidak menemukan bukti kuat bahwa hewan-hewan menulari manusia.

“Apa yang ini [analisis] sajikan adalah petunjuk-petunjuk untuk membantu kita memahami apa yang mungkin sudah terjadi,” kata van Kerkhove.

Van Kerkhove menambahkan kelompok internasional itu sudah memberitahu WHO bahwa mereka menemukan DNA dari hewan lain dan juga anjing rakun dalam sampel dari pasar makanan laut.

Kode genetika virus corona sangat mirip dengan virus corona pada kelelawar. Banyak ilmuwan menduga COVID-19 menular ke manusia langsung dari kelelawar atau melalui hewan perantara seperti trenggiling, musang, atau anjing rakun.

Total Views: 780

Pos terkait