Mengutip Wikipedia, ayam arab merupakan keturunan dari ayam brakel kriel-silver dari Belgia. Disebut ayam arab karena dua hal: pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi dan keberadaannya di Indonesia melalui telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji dari Mekkah.
Di Eropa, ayam ini sudah dikenal sejak abad ke-17 M, dimana ayam ini dikenal dengan nama latin Gallus turcicus atau ayam turki yang menandakan asal ras ayam ini kemungkinan dari wilayah Anatolia.
Ayam arab memproduksi telur cukup tinggi, mencapai 250-260 butir per tahun dengan berat telur 40-45 gram. Bahkan hen day puncak produksi dengan pemeliharaan intensif dapat mencapai 80 persen. (rdi/tri)
Edito: Putri Permata Sari.





