Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan satu dari dua orang Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai terapis spa dan sempat dinyatakan hilang berhasil ditemukan. Tim KBRI Ankara hingga saat ini masih mencari satu lainnya.

“Awalnya ada dua, satu sudah bisa dikontak dan alhamdulilah kondisi yang bersangkutan selamat. Yang satu lagi di Diyarbakir belum bisa dihubungi, untuk itulah kita kirim tim ke Diyarbakir untuk mengetahui kondisinya,” kata Judha.
Tim evakuasi kedua yang dikirim KBRI Angkara, kata Judha, juga akan mengunjungi Adana untuk berkoordinasi dengan AFAD (Badan Penanggulangan Bencana Turki) mengenai kedatangan tim evakuasi yang akan terbang Sabtu (11/2) dan tim medis dari Indonesia akan terbang Senin pekan depan. Tim evakuasi terdiri dari 47 personel, sementara tim medis tersusun dari 105 orang.
Judha menjelaskan, pengiriman tim evakuasi dan medis tersebut atas permintaan pemerintah Turki, sementara pemerintah Suriah hanya mengajukan permohonan bantuan logistik saja. Sampai saat ini, menurut Judha, belum ada laporan mengenai warga Indonesia yang menjadi korban tewas atau luka akibat gempa di Suriah.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kamis (10/2), mengungkapkan TNI Angkatan udara akan memberikan dukungan dua pesawat, yaitu Boeing dan Hercules. Dia menambahkan untuk tahap awal akan ada tim perintis dari Badan SAR Nasional atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).





