Bobby Jayanto Soroti Pelayanan Rumah Sakit yang Dinilai Tidak Maksimal

Anggota DPRD Provinsi Kepri daerah pemilihan Tajungpinang Bobby Jayanto, S.Ip. (Foto: jurnalterkini.id/Anton)
Anggota DPRD Provinsi Kepri daerah pemilihan Tajungpinang Bobby Jayanto, S.Ip. (Foto: jurnalterkini.id/Anton)

Mirisnya, keluarga mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan dokter guna mendapatkan informasi lebih detil tentang kondisi pasien. Atas keluhan itu, Bobby memutuskan membantu pasien berobat ke Malaysia. Ternyata ketika tiba di RS di Malaysia, kondisi pasien kian melemah. Tan Boon Heng akhirnya meninggal pada 29 Desember 2022.

Ia menyadari takdir dan kematian seseorang memang sudah ditentukan Tuhan. Namun menurutnya, upaya maksimal penanganan medis harus diberikan, apalagi pasien sudah sempat dibawa dan dirawat di rumah sakit.

Bacaan Lainnya

Kasus lain yang diterima Bobby yakni seorang satpam dilarikan ke RSUD karena digigit anjing pada 4/1/2023. Ternyata di RS tersebut tidak ada obat antitetanus, begitu juga juga ketika dibawa ke rumah sakit swasta. Hal yang sama juga terjadi saat dibawa ke RSUP Provinsi Kepri, cuma ada suntik antirabies dan tidak tersedia obat antitetanus.

Ketika sudah disuntik, pasien diperbolehkan pulang dan dibekali obat antibiotik dan vitamin. Pasien kemudian diminta kontrol ke Puskesmas tiga hari berikutnya. Sayangnya pasien tidak diberikan surat pengantar untuk kontrol ke Puskesmas.

“Mengapa di rumah sakit tidak tersedia obat-obatan sepert ini. Harusnya ada dan ini perlu menjadi perhatian pemangku kebijakan di rumah sakit. Apalagi surat pengantar untuk kontrol tidak diberikan. Ini seharusnya menjadi acuan pihak Puskesmas untuk memberikan layanan medis saat kontrol,” tukasnya.

Yang terakhir, kata Bobby, ia menerima keluhan dari keluarga seorang tokoh masyarakat yang sudah lama dirawat di rumah sakit. Kondisi kaki dan tangan bengkak, namun belum sembuh juga. Pasien hanya diberikan obat-obatan yang harus dikonsumsi selama beberapa waktu.

“Ketika keluarga memutuskan membawa pasien ke Malaysia, tenyata setelah dua hari dirawat di sana, pasien jauh lebih baik,” tuturnya.

Bobby menyimpulkan, inti dari keluhan keluarga pasien adalah sulitnya berkomunikasi dengan dokter dan sikap paramedis di rumah sakit Tanjungpinang yang dinilai kurang perhatian terhadap pasien.

“Saya berharap hal ini bisa diperbaiki oleh pihak manajemen rumah sakit. Pasien kan juga manusia, yang perlu mendapatkan pertolongan secara baik,” harapnya. (Anton)

Total Views: 826

Pos terkait