Filipina Prihatin Tindakan Tiongkok Mereklamasi Daratan di Laut yang Disengketakan

Lapangan terbang buatan China terlihat di samping struktur dan bangunan di pulau buatan Mischief Reef di gugusan pulau Spratlys, Laut China Selatan, 20 Maret 2022. (AP /Aaron Favila)

Filipina mengatakan, Rabu (21/12/2022) “sangat prihatin” atas laporan bahwa Tiongkok telah mulai mereklamasi daratan kosong di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan.

Bloomberg melaporkan, Selasa, mengutip gambar satelit dari pejabat AS, bahwa formasi daratan baru telah muncul di sekitar Kepulauan Spratly yang diperebutkan di laut itu, di mana sebuah kapal Tiongkok dengan ekskavator hidrolik terlihat beroperasi selama bertahun-tahun.

Bacaan Lainnya

Reklamasi adalah kegiatan yang ditujukan untuk memperluas daratan.
“Kami sangat prihatin karena kegiatan seperti itu bertentangan dengan Deklarasi Perilaku di Laut Tiongkok Selatan yang menekankan pada sikap menahan diri dan Keputusan Pengadilan Arbitrase pada 2016,” kata Kementerian Luar Negeri Filipina, Selasa malam.

Beijing mengklaim hampir semua jalur air yang kaya sumber daya alam itu, yang dilalui perdagangan bernilai triliunan dolar setiap tahunnya. Sebagian wilayah perairan itu sebetulnya juga diklaim oleh Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.

Tiongkok mengabaikan putusan pengadilan yang didukung PBB pada 2012 yang pada intinya menyatakan bahwa klaim Beijing tidak berdasar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok bahkan telah membangun pulau-pulau buatan di atas terumbu karang di perairan yang disengketakan itu, dan juga telah membangun fasilitas militer dan lapangan terbang.

Filipina telah berulang kali menuduh garda pantai dan milisi maritim Tiongkok melecehkan dan menyerang kapal-kapal penangkap ikannya dan kapal-kapal lainnya.

Total Views: 400

Pos terkait