Dari pengakuan nahkoda, kapal tersebut diketahui sedang mengangkut BBM jenis solar sebanyak 15 ton dari perusahaan penyalur BBM di wilayah Moro, yakni PT Permata Indragiri.
Kepala Dusun Desa Jang Jahari mengatakan, adanya aktivitas angkut minyak itu mengganggu ketersediaan BBM bagi nelayan di Kecamatan Moro.
“Di Moro sering kekurangan minyak, bahkan sampai susah melaut. Tapi, justru ada kapal di luar Moro yang membeli minyak kesini padahal masing-masing wilayah kan sudah ada kuotanya,” kata Jahari.
Jahari menjelaskan bahwa warga menilai ada kejanggalan karena adanya keterangan yang berbeda antara nahkoda dengan pemilik kapal mengenai besaran muatan minyak solar yang diangkut
“Pemilik kapal mengaku hanya 5 ton saja, tetapi nota muatan tertera ada 15 ton. Tentu ini ada yang gak beres,” jelasnya.





