Gubernur Kepri Simak Ekspos Pengembangan PTLS Karimun dari PT Indonesia Power

Rencana pengembangan PLTS untuk kebutuhan ekspor ke Singapura ini berkapasitas kurang lebih 2.800 Megawatt Ampere itu, akan berlokasi di Pulau Kundur dan Pulau Alai, Kabupaten Karimun, yang nantinya akan melibatkan empat perusahaan internasional.

Sebelumnya telah disepakati MoU antara PT Indonesia Power yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) dengan EDF Renouvelables SA, perusahaan pengembang energi listrik terbarukan dari Perancis, Tuas Power Ltd, perusahaan pembangkit listrik dan retail dari Singapura, dan Abu Dhabi Futuri Energy Company PJSC – Masdar, perusahaan pembangikit listrik dari Uni Emirat Arab.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ansar menyambut baik atas presentasi yang telah disampaikan. Namun menurut gubernur sampai saat ini sudah ada sekitar 9 presentasi yang telah disampaikan berkaitan dengan EBT dan Pemprov Kepri akan melihat urgensi dari masing-masing presentasi tersebut.

“Bagi kita yang terpenting karena semangat pengembangan EBT disampaikan oleh Bapak Presiden tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan luar negeri. Tadi sudah disampaikan beberapa ketentuan, saya concern dengan itu. Bahwa kita wajib dulu memenuhi kebutuhan-kebutuhan energi di dalam negeri. Maka pengalaman di masa lalu tidak boleh terjadi lagi. Banyak produksi gas kita seperti dari Natuna yang dikontrak jangka panjang dengan Singapura, sehingga kebutuhan PLTG kita menjadi terbatas,” kata Ansar.

Total Views: 284

Pos terkait