Program Desa Berlistrik, 5 Desa di Karimun Kini Sudah Dialiri Listrik PLN

Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Senior Manajer Perencanaan PLN Kepri dan Riau, Jaka Sumantri meresmikan Program Desa Berlistrik di lima desa Kabupaten Karimun, Rabu (27/10/2021). (foto: yra)
Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Senior Manajer Perencanaan PLN Kepri dan Riau, Jaka Sumantri meresmikan Program Desa Berlistrik di lima desa Kabupaten Karimun, Rabu (27/10/2021). (foto: yra)

“Atas nama masyarakat Karimun, khususnya dari kelima desa mengucapkan terima kasih atas telah mengalirnya listrik dari PLN ini,” ucap Bupati Rafiq.

Kemudian, Senior Manager Perencanaan PLN UIWRKR, Jaka Sumantri menjelaskan, total biaya investasi pembangunan jaringan listrik di 9 desa dan 2 dusun itu, mencapai Rp. 29,3 miliar.

Pembangunan jaringan listrik tersebut meliputi jaringan tegangan menengah sepanjang 21,88 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang  39,64 kms, 11 unit gardu distribusi dengan total daya sebesar 975 kilo Volt Ampere (kVA) dan 9 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan total kapasitas terpasang sebesar 935 kilo Watt (kW).

Bacaan Lainnya

“Pembangunan jaringan listrik mencapai Rp. 29,3 Miliar yang nantinya mampu melayani sebanyak 1.803 pelanggan,” jelas Jaka.

Ia menambahkan bahwa PLN memberikan bantuan melalui program PLN Peduli bagi masyarakat kurang mampu berupa pembayaran biaya pasang baru listrik kepada 815 pelanggan yang berada di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

“Selain pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, melalui program PLN Peduli kami memberikan bantuan Pasang Baru listrik bagi masyarakat yang kurang mampu dengan total nilai lebih dari 689 juta rupiah untuk 305 pelanggan di Riau dan 510 pelanggan di Kepulauan Riau” tambahnya.

Diketahui, sebelum masuknya listrik PLN, masyarakat di 9 desa dan 2 Dusun itu, masih menggunakan genset sebagai sumber listriknya dengan biaya operasional yang lebih tinggi.

“Kami sangat berterima kasih karena genset kami hanya hidup 5 jam dengan biaya per bulannya 300 ribu sedangkan dengan listrik PLN kami hanya membayar 150 ribu dengan jam nyala 14 jam,” ujar salah seorang warga Desa Semembang, Kecamatan Durai, bernama Abdullah. (YRA)

Baca juga: Wartawan Kepri akan Deklarasikan Forum Wartawan Maritim di Hari Sumpah Pemuda

Total Views: 236

Pos terkait