Gelar Apel Bersama, Ini 10 Langkah Penanganan Bencana Alam di Karimun

Apel kesiapan penanggulangan bencana alam yang digelar di Mapolres Karimun, Rabu (27/10/2021).
Apel kesiapan penanggulangan bencana alam yang digelar di Mapolres Karimun, Rabu (27/10/2021).

Karimun, JurnalTerkini.id – Polres Karimun, Polda Kepulauan Riau melaksanakan apel kesiapan penanganan bencana alam, Rabu (27/10/2021) pagi di Mako Polres Karimun.

Apel yang dipimpin oleh Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim itu, digelar dengan tujuan antisipasi bencana alam secara dini, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada gangguan Kamtibmas di Kabupaten Karimun.

Bacaan Lainnya

Usai apel, Wakil Bupati Karimun bersama Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano dan Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Puji Basuki mengecek pasukan, kendaraan dan perlengkapan SAR.

Adapun peralatan SAR yang dilakukan pengecekan seperti, perahu karet milik Satpolair Polres Karimun, Lanal Tbk dan Basarnas, termasuk peralatan canggih milik Satpolair Polres Karimun bernama U-Safe sebagai penunjang SAR di air dengan menggunakan remote control dan kantong mayat dalam rangka penanganan bencana alam.

“U-Safe ini adalah peralatan terbaru untuk menunjang SAR dari Ditpolairud Polda Kepri, alat ini bisa melakukan evakuasi dengan mengendalikannya dari jarak jauh menggunakan remote kontrol,” kata Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano.

Sementara itu, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengatakan, pada tahun 2021 ini Indonesia telah dihadapkan dengan berbagai permasalahan Panca Roba.

Berdasarkan data dari BNPB, sejak tanggal 1 Januari hingga 5 September 2021, di indonesia telah terjadi 1.289 bencana alam.

Dengan rincian 750 bencana banjir, 477 cuaca ekstrim, 346 tanah longsor dan 206 kali kebakaran hutan dan lahan.

Kemudian, juga bencana non alam yaitu Penyebaran Covid-19 sejak 13 April 2020, dimana Covid-19 telah ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional.  

“Menyikapi data dari BNPB ini khususnya di wilayah Karimun, mari bersama-sama kita mengantisipasi secara dini penanganan bencana alam baik yang disebabkan oleh banjir, cuaca ekstrim, gempa bumi, tanah longsor dan yang lainnya yang akan berdampak pada gangguan Kamtibmas,” kata Anwar Hasyim.

Anwar mengatakan, pemerintah daerah bersama TNI-Polri telah mengambil 10 langkah untuk penanganan bencana alam tersebut.

Pertama, melakukan pendataan daerah rawan longsor, banjir, gempa bumi dan lain-lain, jumlah rumah dan penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana.

Kedua, melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mewaspadai dan mengantisipasi kondisi alam tersebut.

“Ketiga, stakeholder juga harus saling bekerjasama untuk menyiapkan tempat pengungsian dan bantuan berupa sembako, obat-obatan dan tenaga medis untuk penanggulangan korban bencana alam,” kata Wabup Anwar.

Keempat, sambungnya, meyiapkan secara dini kekuatan personel dan sarana prasarana yang siap untuk digerakkan melakukan evakuasi, pemberian bantuan korban, pengawalan bantuan sembako dan obat-obatan bagi korban bencana alam.

Kelima, melakukan evaluasi dan pembenahan atas kendala yang dihadapi dalam penanggulangan bencana alam.

Keenam, memberikan pelatihan terhadap personel tentang tata cara penanggulangan bencana alam.

Ketujuh, melakukan mitigasi di wilayah rawan terjadinya bencana alam dengan pembuatan rambu-rambu jalur evakuasi untuk mengarahkan masyarakat menuju titik kumpul atau area aman dari bencana.

Kedelapan, apabila terjadi banjir, longsor petugas Lalu Lintas harus memasang rambu-rambu untuk mengarahkan masyarakat mengambil jalan alternatif yang aman.

Kesembilan, apabila terjadi bencana alam agar segera menggelar Operasi Aman Nusa II – Penanganan Bencana Alam.

“Terakhir dan tak kalah penting untuk terus meningkatkan sinergitas TNI, Polri serta stakeholder terkait agar deteksi dini dapat teratasi dengan baik,” ucap orang nomor dua di Karimun tersebut. (YRA)

Baca juga: Program Desa Berlistrik, 5 Desa di Karimun Kini Sudah Dialiri Listrik PLN

Total Views: 128

Pos terkait